JawaPos.com - Penanggulangan dampak banjir bandang atau galodo di Solok, Sumatera Barat (Sumbar) terus berjalan. Hampir 500 orang terdampak galodo yang terjadi awal pekan ini.
“Yang paling utama sekarang adalah pencarian satu korban yang masih belum ditemukan,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto kepada awak media pada Jumat (25/9).
Suharyanto meminta seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian bergerak maksimal. Selain pencarian korban, pendataan masyarakat terdampak, pengungsi, rumah dan fasilitas umum yang mengalami kerusakan juga perlu segera diselesaikan sebagai dasar menentukan langkah penanganan berikutnya.
”Semua yang berkaitan dengan tanggap darurat, masyarakat yang mengungsi, kemudian pendataan kondisi korban itu harus segera diselesaikan,” tegasnya.
Saat ini, tim gabungan yang terdiri atas personel BPBD, TRC, TNI-Polri, perangkat nagari dan unsur terkait lainnya terus melakukan pencarian korban, evakuasi, asesmen serta pendataan dampak di lapangan. Penyisiran masih dilakukan di sepanjang aliran sungai.
”Untuk mencari satu korban yang masih dinyatakan hilang,” ungkap Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan.
Pembersihan material lumpur, batu, dan sisa banjir juga terus dilakukan pada jalan, kawasan perkantoran, permukiman dan fasilitas umum yang terdampak galodo. Jembatan penghubung di jalan utama Arosuka telah dapat dilalui secara buka-tutup setelah material galodo dan lumpur dibersihkan.
Sementara itu, perbaikan jaringan kelistrikan yang terputus masih dilakukan oleh PLN. Kemudian normalisasi aliran sungai pascabencana galodo sedang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. BNPB bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait akan terus memperkuat penanganan darurat.
”Kami memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, serta melakukan pemutakhiran data sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan dan pemulihan berikutnya,” tegasnya.
Banjir bandang terjadi pada Senin (21/9) sekitar pukul 19.45 WIB di Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Bencana bersumber dari hulu Sungai Batang Laso setelah bukit di sekitar aliran sungai mengalami longsor. Material pasir, batu, lumpur dan air kemudian menerjang.
Kejadian tersebut didahului hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Solok sejak sore hari dan menyebabkan peningkatan aliran sejumlah sungai, khususnya di sekitar Jorong Kayu Aro, Kecamatan Gunung Talang. Intensitas hujan yang cukup tinggi kemudian memicu longsor pada bukit di sekitar kawasan Kantor Bupati Solok.
Berdasarkan data sementara, tercatat 1 orang meninggal dunia, 1 orang masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian, 1 orang mengalami luka berat serta 3 orang mengalami luka ringan. Sebanyak 474 jiwa mengungsi di beberapa titik di wilayah Solok.