← Beranda
Jalan MH Thamrin Ditutup: 50 Ribu Buruh Gelar Aksi RUU Ketenagakerjaan Hari Ini
Ryandi Zahdomo• Kamis, 24 September 2026 | 19.23 WIB
Aparat kepolisian resmi menutup akses Jalan MH Thamrin menuju arah Bundaran Hotel Indonesia (HI), Kamis (24/9). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Aparat kepolisian resmi menutup akses Jalan MH Thamrin menuju arah Bundaran Hotel Indonesia (HI), Kamis (24/9).

Langkah ini diambil menyusul datangnya gelombang massa aksi dari Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) yang menuntut pengawalan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan.

Pantauan JawaPos.com di lokasi, seluruh kendaraan pribadi maupun transportasi umum dilarang melintas di sepanjang ruas jalan tersebut.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Turun, Antam Dibanderol Rp 2,64 Juta di 24 September

Akses jalur melintas saat ini hanya diberikan terbatas bagi armada bus Transjakarta yang beroperasi di dalam koridor busway.

Ribuan aparat gabungan dari unsur TNI dan Polri disiagakan ketat tepat di titik penyekatan. Sejumlah kendaraan taktis pengurai massa jenis Raisa juga tampak terparkir dan bersiap di sekitar lokasi pengamanan.

Massa aksi asal Tangerang tehitung menjadi rombongan awal yang menginjakan kaki di kawasan tersebut. Sambil membentangkan bendera organisasi, mereka berkumpul menantikan kedatangan rombongan buruh lainnya.

Pengerahan Puluhan Ribu Personel Gabungan

Polda Metro Jaya mengantisipasi kehadiran sekitar 50 ribu buruh yang memadati pusat ibu kota dengan menerjunkan 4.051 personel gabungan khusus di kawasan Bundaran HI.

Baca Juga: Presiden Iran Tantang Balik Trump, Syarat Pembukaan Selat Hormuz jadi Taruhan

Pengamanan ini menjadi bagian dari fokus pengerahan total 26.386 personel di wilayah hukum Polda Metro Jaya untuk mengawal 99 agenda kegiatan masyarakat sepanjang hari ini.

Selain Bundaran HI yang dijaga 4.051 personel, konsentrasi pengamanan juga dipusatkan di kawasan Monas dengan 4.020 personel serta Gedung DPR/MPR RI yang diperkuat 3.663 personel.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menegaskan, pengawalan lapangan dijalankan dengan pendekatan humanis.

"Menyampaikan pendapat merupakan hak masyarakat yang harus dihormati. Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan mengawal agar aspirasi dapat disampaikan dengan aman, damai, tertib, dan bertanggung jawab," ujar Kombes Budi, Kamis (24/9).

Pihak kepolisian turut menyiagakan rekayasa lalu lintas bersifat situasional. Pengendara yang tidak memiliki urusan mendesak di kawasan pusat Jakarta disarankan mengambil jalur alternatif serta memantau kondisi terkini melalui kanal resmi TMC Polda Metro Jaya.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Virgo Hari Jumat, 25 September 2026: Perubahan Besar dan Peluang Baru Mulai Terlihat

Bawa 11 Tuntutan Utama

Massa buruh yang berasal dari wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, hingga Bekasi ini memulai pergerakan awal dari titik kumpul Semanggi menuju kawasan Gedung UOB.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menegaskan pergerakan massa ini murni merupakan perjuangan aspirasi buruh tanpa agenda politik.

"Titik kumpul awalnya dari Semanggi dan kami akan menunggu delegasi di depan UOB," terang Andi Gani.

Terdapat 11 poin utama yang disuarakan dalam usulan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan tersebut. Isu krusial yang diusung meliputi perbaikan sistem pengupahan, aturan outsourcing, jaminan sosial, Perjanjian Kerja Waktu Pertentu (PKWT), kepastian kerja bagi pekerja platform, jaminan pesangon, hak cuti haid, hingga regulasi sistem pemagangan.

EDITOR: Bintang Pradewo