← Beranda
8 Satwa Liar Ditemukan Mati Akibat Karhutla, Sebagian Besar di Kalbar
Syahrul YunizarRabu, 23 September 2026 | 00.42 WIB
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat sistem pelaporan untuk mempercepat penyelamatan satwa liar yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyiapkan nomor call center.

 

JawaPos.com -  Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) merenggut nyawa satwa liar, 8 ditemukan mati dari 6 provinsi terdampak karhutla. Sebagian besar diantaranya ditemukan di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar).

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Ristianto Pribadi mengungkap data tersebut dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko Polkam) pada Selasa (22/9).

”Dari data yang kami kumpulkan sampai dengan hari ini, 22 September 2026, Kementerian Kehutanan telah menyelamatkan, melakukan upaya penyelamatan satwa liar sejumlah 100 individu satwa liar di 6 provinsi prioritas,” terang dia.

Dari 100 satwa liar tersebut, 53 diantaranya adalah orang utan yang dievakuasi dari wilayah Kalimantan. Selain orang utan, Kemenhut mengevakuasi 16 ekor trenggiling, 7 kukang, 5 ular, 5 kucing liar, 2 bekantan, 2 musang, 2 tarsius, 2 rangkong, dan 6 jenis orang utan lainnya.

Baca Juga: Galodo di Solok Sumbar: 2 Korban Masih Hilang, 4 Orang Lainnya Luka-Luka

”Dari 100 satwa itu, kami follow up-nya ada 7 orang utan kami sudah lepasliarkan di Kalimantan Barat. Kemudian juga ada 8 satwa dari 100 itu kondisinya mati. Itu ada ular, biawak, kura-kura, termasuk kemarin ada 1 ekor orang utan itu,” jelas Ristianto.

Kepada awak media, Ristianto menegaskan bahwa Kemenhut mengevakuasi ratusan satwa liar atas bantuan masyarakat lokal, relawan, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

”Upaya penyelamatan satwa liar menjadi sangat penting karena bagaimanapun kita harus sama-sama menjaga Indonesia dari keterancaman habitat dari satwa liar ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ristianto mengungkapkan bahwa instansinya akan selalu menindaklanjuti laporan dari masyarakat. Termasuk diantaranya laporan terkait keberadaan satwa liar di lokasi terdampak karhutla.

”Satwa liar ini nggak bisa gegabah menanganinya, karena harus ada treatment-treatment khusus,” kata dia.

Kemenhut melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam, masih kata Ristianto, pasti segera merespons aduan masyarakat terkait dengan penanganan satwa yang terdampak dari karhutla.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan