JawaPos.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Barat mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem potensi hujan lebat dan angin kencang di Kabupaten Solok pada Selasa (22/9). Info ini menyusul bencana banjir bandang atau galodo yang menerjang Kompleks Perkantoran Pemkab Solok di Arosuka pada Senin (21/9) malam.
Meskipun hujan di kawasan Arosuka sempat reda pada Selasa pagi, BMKG meminta masyarakat tetap waspada. Potensi cuaca ekstrem yang disertai petir ini diperkirakan berlangsung singkat, khususnya di wilayah terdampak seperti Kecamatan Gunung Talang.
Dampak Galodo Arosuka dan Peringatan BMKG
Bencana galodo yang terjadi pada Senin malam membawa dampak cukup parah di pusat pemerintahan Kabupaten Solok. Bencana tersebut menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka, merusak gedung kantor pemerintahan serta kendaraan, dan memaksa puluhan warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
BMKG memperbarui data peringatan dini pada pukul 08.40 WIB. Berdasarkan prakiraan tersebut, potensi cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung mulai pukul 08.50 WIB hingga 10.50 WIB.
Selain Kecamatan Gunung Talang, wilayah lain di Kabupaten Solok yang masuk dalam zona rentan meliputi Danau Singkarak, Pantai Cermin, Lembah Gumanti, Hiliran Gumanti, dan Danau Kembar.
Sebaran Wilayah Berpotensi Cuaca Ekstrem di Sumbar
BMKG menegaskan bahwa ancaman cuaca ekstrem ini tidak hanya terbatas di Kabupaten Solok. Melainkan juga dapat meluas ke berbagai daerah lain di Sumatera Barat. Wilayah lain yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang pada Selasa pagi antara lain:
- Pesisir Selatan
- Sijunjung
- Tanah Datar
- Agam
- Lima Puluh Kota
- Kepulauan Mentawai
- Pasaman Barat
- Kota Bukittinggi
- Kota Payakumbuh
Sementara itu, wilayah dengan potensi dampak yang diperkirakan meluas mencakup Kabupaten Padang Pariaman, Pasaman, Solok Selatan, Kota Padang Panjang, serta beberapa kawasan lainnya di Sumatera Barat.
Imbauan BMKG dan Skema Nowcasting
BMKG mengingatkan bahwa peringatan dini yang dikeluarkan merupakan produk nowcasting. Informasi ini menyajikan gambaran kondisi cuaca terkini serta analisis potensi cuaca ekstrem jangka pendek untuk durasi 0–6 jam ke depan.
Mengingat kondisi cuaca yang masih dinamis, masyarakat yang berada di kawasan terdampak imbauan diminta untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. BMKG menyarankan warga untuk memantau perkembangan cuaca secara berkala dari kanal resmi, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan atau sedang dalam perjalanan.