← Beranda
LPS Tingkatkan Literasi Keuangan Bagi Gen-Z Lewat Kuliah Perdana Malang Mbois
Dadang Kurnia• Selasa, 22 September 2026 | 19.38 WIB
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bersinergi di Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Kuliah Perdana Malang Mbois yang diselenggarakan pada Senin (14/9) di Gedung Sport Center/Auditorium Utama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (Dok LPS).

JawaPos.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memperkuat literasi keuangan generasi muda melalui sinergi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Kuliah Perdana Malang Mbois” yang diselenggarakan pada Senin (14/9) di Gedung Sport Center/Auditorium Utama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Kegiatan yang mengusung tema “Kuliah Hebat, Finansial Sehat, Masa Depan Kuat” tersebut diikuti oleh sekitar 2 ribu mahasiswa baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan peran anggota KSSK dalam menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus membangun kesadaran mahasiswa dalam mengelola keuangan secara sehat sejak dini.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota Komisi XI DPR RI Dr. M. Hasanuddin Wahid, M.Hum., Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP., Kepala Kantor OJK Malang Farid Faletehan, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang Indra Kuspriyadi, serta Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah II Bambang S. Hidayat, bersama jajaran pimpinan universitas, dosen, organisasi mahasiswa, dan tamu undangan.

Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah II, Bambang S. Hidayat, menyampaikan bahwa penguatan literasi keuangan di kalangan generasi muda merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap sistem keuangan. Mahasiswa sebagai kelompok strategis perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan serta peran lembaga yang menjaga stabilitas dan kepercayaan terhadap sistem keuangan nasional.

“Pemahaman mengenai sistem keuangan perlu dibangun sejak dini, termasuk pemahaman mengenai pentingnya kepercayaan terhadap perbankan. Generasi muda diharapkan dapat menjadi bagian dari masyarakat yang semakin cerdas dalam mengelola keuangan dan memahami peran lembaga dalam menjaga stabilitas sistem keuangan,” ujar Bambang.

Perkembangan digitalisasi memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berbagai produk dan layanan keuangan. Namun, di sisi lain, perkembangan tersebut juga menghadirkan berbagai risiko, seperti investasi ilegal, pinjaman online ilegal, judi daring, penipuan digital, dan penyalahgunaan data pribadi. Kondisi tersebut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi melalui peningkatan literasi dan kewaspadaan masyarakat, khususnya generasi muda.

Dalam kegiatan tersebut, LPS bersama OJK dan BI turut memperkenalkan peran masing-masing lembaga kepada mahasiswa sebagai bagian dari sinergi KSSK. Pemahaman mengenai peran lembaga tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih utuh kepada mahasiswa mengenai bagaimana stabilitas sistem keuangan dijaga dan bagaimana kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan terus diperkuat.

 

Bagi LPS, kepercayaan masyarakat terhadap perbankan merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga keberlangsungan sistem keuangan. Melalui fungsi penjaminan simpanan dan kewenangan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, LPS berperan dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menggunakan layanan perbankan.

 

(Dok LPS)
(Dok LPS)

Kegiatan Kuliah Perdana Malang Mbois juga menjadi momentum untuk mendorong terbentuknya budaya financial awareness di lingkungan perguruan tinggi. Edukasi kepada sekitar 2.000 mahasiswa baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, kemampuan mengenali risiko keuangan, serta pemahaman terhadap peran OJK, BI, dan LPS dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.

Sinergi LPS, BI, dan OJK bersama perguruan tinggi diharapkan dapat terus diperkuat sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Melalui kolaborasi tersebut, generasi muda diharapkan memiliki pengetahuan dan kesadaran yang lebih baik dalam mengambil keputusan keuangan serta memahami pentingnya menjaga kepercayaan terhadap sistem keuangan Indonesia.

 

 

EDITOR: Diar Candra