← Beranda
Momen Prabowo Pekikkan Free Palestine 3 Kali hingga Dikalungi Keffiyeh
Syahrul YunizarSabtu, 19 September 2026 | 22.53 WIB
Presiden Prabowo Subianto memeluk Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari, usai dikalungkan kefiyyeh saat menghadiri acara. (Laily Rachev/Setpres)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto tiga kali memekikkan Free Palstine di atas mimbar Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor pada Sabtu (19/9). 

”Free Palestine, Free Palestine, Free Palestine,” pekik Presiden Prabowo.

Teriakan itu langsung direspons oleh Dubes Abdalfatah dengan menghampiri presiden di atas panggung.

Dia kemudian mengalungkan keffiyeh, kain bercorak khas yang lekat dengan identitas Palestina, ke leher Prabowo. Keduanya juga saling berpelukan.

Baca Juga: Prabowo dan Zulhas Resmikan PANsar Murah Nasional, Putri Zulhas: Warga Bisa Tebus Sembako Murah

Momen itu tertangkap dalam siaran langsung di akun YouTube Sekretariat Presiden.

Teriakan Free Palestine berulang keluar dari mulut Presiden Prabowo saat menyapa satu per satu duta besar (dubes) negara sahabat yang hadir secara langsung di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) Darussalam Gontor.

Ketika sampai pada Dubes Palestina untuk Indonesia Abdalfatah A. K. Alsattari, tepuk tangan terdengar.

Dalam acara tersebut, dukungan Indonesia kepada Palestina ditegaskan oleh Prabowo.

Di hadapan hadirin, Prabowo menyampaikan bahwa dirinya selalu ingat terhadap penderitaan yang dialami oleh rakyat Palestina. Apalagi Indonesia sebagai negara sahabat seolah tidak berdaya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Akan Hadiri Peringatan Seabad Pondok Modern Gontor Sabtu Ini

”Saya tadi ingat saudara-saudara kita di Palestina, mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus. Dan kita seolah-olah kurang berdaya untuk membantu mereka,” terang dia.

Menurut Prabowo, rasa prihatin tersebut tidak boleh berhenti sampai ungkapan simpati.

Dia mengajak para kiai, ulama, pendidik, dan generasi muda santri-santri di Gontor untuk menjadikan hal itu sebagai dorongan dalam membangun indonesia menjadi bangsa yang kuat.

”Saya kira ini justru yang mendorong kita semua, apalagi saudara-saudara, apalagi para kiai, apalagi para ulama, apalagi para pendidik di institusi-institusi seperti Gontor ini. Ini saya kira harus mendorong dan memicu suatu kehendak,” ucap Prabowo.

Dia pun menegaskan bahwa Indonesia harus menjadi bangsa yang kuat. Sebab, bangsa yang lemah akan selalu diinjak-injak oleh bangsa lain.

Baca Juga: Seloroh Zulhas Depan Prabowo: Saya dan Bahlil Nggak Nyapres, Cak Imin Masih Pikir-pikir

Jangan sampai Indonesia diinjak-injak. Untuk itu, semua pihak harus bersama-sama membangun bangsa.

 

EDITOR: Bayu Putra