← Beranda
Prabowo Sindir Pakar yang Kerap Kritik Pemerintah: Saking Pintarnya jadi Goblok
Muhammad RidwanSabtu, 19 September 2026 | 04.45 WIB
Pidatpo Presiden Prabowo Subianto saat perayaan HUT ke-28 PAN di JICC, Jakarta, Jumat (18/9/2026). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

 

 

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik terhadap sejumlah pihak yang disebutnya sebagai pakar, tetapi kerap menyampaikan tudingan yang dinilai tidak berdasar.

Prabowo bahkan menyebut ada pakar yang justru menjadi "goblok" karena merasa terlalu pintar.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat (18/9).

"Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar, saking pintarnya jadi goblok. Ini masalahnya di tengah kawan-kawan sejati," kata Prabowo.

Prabowo kemudian mengaitkan pernyataannya dengan latar belakang PAN yang dinilainya memiliki basis agamis. Dia menyinggung ajaran Islam mengenai fitnah dengan mengutip Surah Al-Baqarah ayat 191.

"Tapi benar PAN kan ada basis agamis. Kalau tidak salah ada hadis yang bunyinya fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, surat Al-Baqarah ayat 191," ucap Prabowo.

Menurut Prabowo, terdapat sejumlah orang yang menggunakan status sebagai pakar untuk menyampaikan tudingan yang dia kategorikan sebagai fitnah. Meski demikian, dia mengatakan tidak ingin memperpanjang persoalan tersebut dan memilih mencatatnya.

"Ada beberapa pakar, saking pakarnya dia melontarkan fitnah. Tapi sudahlah, kita bangsa besar, kuat, saya pun mencatat saja," ujarnya.

Prabowo juga menekankan pentingnya kejujuran intelektual bagi seseorang yang memiliki kapasitas sebagai cendekiawan atau pakar. Menurut dia, kemampuan intelektual semestinya disertai dengan sikap jujur dalam menyampaikan pandangan.

"Kalau Anda mempunyai kepintaran, kalau Anda punya kepakaran, seorang cendekiawan itu harus jujur. Itu namanya kejujuran intelektual," tegasnya.

Dia kemudian menyinggung pihak yang disebutnya mengabdikan diri kepada kepentingan bangsa lain. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo ketika berbicara mengenai sikap dan loyalitas dalam menjalankan kepakaran.

"Apalagi kalian mengabdi kepada kepentingan bangsa lain," beber Prabowo.

Prabowo menegaskan komitmennya untuk mengabdikan diri kepada negara dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Dia mengungkapkan, ingin melihat Indonesia menjadi negara yang dihormati sekaligus memastikan tidak ada rakyat yang hidup dalam kondisi kelaparan.

"18 tahun saya siap mati untuk negara ini. Saya ingin membela bangsa saya untuk melihat suatu saat Indonesia terhormat, rakyat Indonesia tidak ada orang lapar di Indonesia," ucap Prabowo.

Prabowo juga menyoroti persoalan kesehatan dan pemenuhan gizi anak. Dia berharap tidak ada lagi orang tua yang kesulitan ketika anaknya sakit maupun anak-anak yang harus pergi ke sekolah tanpa makan.

"Biar tidak ada bapak dan ibu yang bingung melihat anaknya sakit. Tidak ada anak di Indonesia yang berangkat sekolah kelaparan," tuturnya.

Dia menilai kekurangan gizi dapat memengaruhi pertumbuhan anak, termasuk kondisi fisik, sehingga dapat berdampak pada kemampuan mereka untuk bersaing di masa mendatang.

"Tidak ada anak-anak di Indonesia yang stunting, tidak dapat gizi, sehingga tulangnya lemah, otot-otot yang lemah, tidak bisa bersaing dengan anak-anak bangsa lain, saya tidak ingin lihat itu. Itu bukan sumpah saya," urainya.

Karena itu, Prabowo kembali menegaskan tekadnya untuk membawa Indonesia menuju kondisi yang lebih sejahtera. Dia menyebut kesejahteraan rakyat sebagai bagian dari sumpah pengabdiannya kepada bangsa dan negara.

Baca Juga: Prabowo Persilakan KPK Usut Menteri dan Wamen jika Terlibat Korupsi

"Saya bersumpah untuk melihat Indonesia sejahtera. Itu sumpah saya," paparnya. (*)

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan