JawaPos.com - Operasional Helikopter Chinook milik Jepang dalam misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) sempat terkendala visibilitas akibat asap. Kini, ketiga helikopter tersebut sudah mulai beroperasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan bahwa helikopter perbantuan dari Jepang itu sudah mulai beroperasi pada Rabu (16/9). Operasionalnya kemudian berlanjut hari ini (17/9).
”Bantuan helikopter dari Jepang, yaitu Chinook yang ada 3, kemarin sudah beroperasi 1 sortie. Ini karena memang jarak pandang yang relatif kecil,” kata dia dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam).
Baca Juga: Temui Jenderal Zhang Shengmin, Menhan Sjafrie Perkuat Diplomasi Indonesia-Tiongkok
Hari ini, BNPB mendapatkan informasi bahwa 2 dari 3 helikopter tersebut sudah melaksanakan water bombing dengan masing-masing 1 sortie penerbangan. Pihaknya berharap besok (19/9), helikopter bantuan dari Jepang itu bisa kembali melakukan water bombing.
”Kami harapkan besok juga bisa seluruh pesawat (bantuan dari Jepang) itu bisa digunakan dan sortie-nya mungkin mudah-mudahan semakin banyak,” harapnya.
Khusus di Kalbar, Berton menyampaikan bahwa data terakhir kemarin menunjukkan ada 7 titik api dengan lahan terbakar mencapai 122,9 hektare. Dari angka tersebut, sebanyak 65,6 hektare sudah dipadamkan. Sisanya 57,3 hektar masih dalam upaya pemadaman.
BNPB berharap tidak ada penambahan titik api baru dan luasan lahan terbakar terus berkurang. Optimisme tersebut muncul lantaran hujan sempat turun di beberap daerah. Misalnya, Sintang, Kapuas Hulu, Melawi, Landak, Sambas, Sekadau, Sanggau, dan Bengkayang.
”Semoga hujan-hujan di hari-hari ini sampai ke depan bisa terjadi juga,” harapnya.
Lebih lanjut, Berton menyampaikan bahwa saat ini sebanyak 14.759 orang petugas pemadam karhutla masih terus berjibaku di Kalbar. Mereka tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Dara. Sementara Satgas Udara diperkuat oleh 5 unit alut untuk patroli dan 9 unit water bombing.