JawaPos.com – Hari keempat Operasi pencarian korban Kapal Virgo Transport 8, Rabu (16/9), belum menghasilkan temuan korban baru.
Upaya pencarian bawah air yang dilakukan Tim SAR gabungan juga terkendala arus yang cukup kuat, mencapai 6,8 knot.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, operasi SAR tetap dilakukan dengan mengerahkan unsur laut dan udara, ditambah perencanaan pencarian bawah air atau underwater.
Namun, penyelaman belum dapat dilakukan karena arus bawah air di sekitar lokasi kecelakaan amat kuat dan bisa membahayakan personel yang bertugas.
Baca Juga: Basarnas Libatkan Pemilik Pindahkan Bangkai Kapal Virgo Transport 8 dari Laut
“Kecepatan arus di lokasi mencapai di atas 6 knot, bahkan mendekati 7 knot. Sementara sesuai ketentuan, penyelaman itu direkomendasikan dengan catatan kecepatan arus di bawah 1,5 knot,” ujar Syafii kepada awak media, Rabu (16/9) malam.
Atas pertimbangan keselamatan, penyelam yang diterjunkan dari KRI akhirnya ditarik kembali dari titik penyelaman yang direncanakan.
Danlanal Banjarmasin Letkol Laut Galih Nurna Putra mengatakan, TNI AL telah mengerahkan dua tim penyelam. Masing-masing satu tim Kopaska dan satu tim Koppeba TNI AL.
Dia menyatakan, kedua tim sempat berupaya menyelam. Namun, arus bawah air yang mencapai sekitar 6,8 knot membuat operasi membutuhkan teknik dan peralatan khusus.
“Tadi sudah disampaikan oleh Kabasarnas bahwa bagaimana arus di dalam air mencapai 6,8 knot yang tidak mudah untuk melaksanakan penyelaman,” katanya.
Baca Juga: Daftar Identitas 6 Korban Meninggal Kapal Virgo Transport 8, 1 dari Surabaya
Bangkai Kapal Bergeser 450 Meter
Kuatnya arus laut membuat posisi bangkai Kapal Virgo Transport 8 terus bergeser, bahkan mencapai 450 meter dari titik datum awal pencarian.
Selain itu, kedalaman posisi kapal juga berubah. Sebelumnya, kapal disebut masih mengapung dengan bagian tertentu berada pada kedalaman sekitar 21 meter.
Kini posisinya sudah mencapai kedalaman sekitar 29 meter di bawah permukaan laut.
“Kemarin yang kita menganggapnya kapal dalam kondisi masih mengapung dengan kedalaman 21 meter, bergeser sekarang di kedalaman 29 meter,” ungkapnya.
Perubahan itu tentu saja memengaruhi rencana penyelaman. Sebelum penyelam diturunkan, tim membutuhkan data pendukung mengenai struktur dan bagian kapal serta kondisi aktual di bawah air.
Baca Juga: Prabowo Pastikan Investigasi Tenggelamnya KM Virgo Transport 8 Terus Berjalan
Dengan arus yang belum memungkinkan untuk penyelaman, Basarnas menyiapkan skema alternatif berupa salvage.
Yakni mengubah posisi kapal sehingga tim mendapat akses untuk mencari dan mengevakuasi korban yang diduga masih berada di dalam bangkai Kapal Virgo Transport 8.
Syafii menegaskan, pihaknya masih memprioritaskan pencarian dan evakuasi para korban.
Setelah proses SAR dinyatakan selesai, barulah penanganan kapal dapat dilanjutkan untuk kepentingan investigasi.
“Karena itu kita melibatkan para expert, orang-orang ahli yang memiliki kemampuan itu,” jelasnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Soroti Tragedi KM Virgo Transport 8, Minta Investigasi Dituntaskan
Tim Ahli Siapkan Salvage
Pelaksanaan salvage tengah dikoordinasikan dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pemilik kapal, serta melibatkan tenaga ahli dari dalam maupun luar negeri.
Sebagian tenaga ahli telah tiba di Banjarmasin. Tim tambahan dijadwalkan datang hari ini, Kamis (17/9) sekitar pukul 10.00 Wita.
Setelah tim lengkap, observasi melalui udara akan dilakukan untuk melihat kondisi kapal dan lokasi.
Hasil asesmen kemudian dibahas dalam rapat koordinasi guna menentukan sarana dan prasarana yang diperlukan.
Peralatan salvage dapat didatangkan dari Surabaya, Kalimantan, maupun daerah lain sesuai kebutuhan berdasarkan hasil asesmen.
Baca Juga: Tim SAR Pakai ROV, Cari 129 Korban Kapal Virgo Transport 8 di Bawah Laut
Jika seluruh tahapan berjalan lancar, proses salvage diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 24 jam. Estimasi tersebut masih dapat berubah bergantung pada kendala dan kondisi di lapangan.
Syafii mengatakan, upaya salvage harus benar-benar dimaksimalkan mengingat posisi bangkai kapal terus berubah. “Ini adalah peluang. Kita tidak mungkin berlama-lama,” katanya.
Rencana salvage juga terkait dengan ketentuan dalam UU Pelayaran soal kewajiban pemilik kapal memindahkan bangkai yang mengganggu pelayaran atau alur laut aktif.
Namun, salvage dalam operasi kali ini diarahkan untuk membantu pencarian dan evakuasi korban.
Sementara persiapan salvage berlangsung, operasi SAR di permukaan tetap berjalan sesuai rencana yang ditetapkan Basarnas Command Center.
Baca Juga: Bukan Sekadar Kapal Tua, Ini Faktor yang Harus Diperiksa dalam Kecelakaan KMP Virgo Transport 8
Operasi diawali dengan SAR Map yang kemudian diterjemahkan Search Mission Coordinator (SMC) untuk membagi potensi SAR ke sejumlah sektor pencarian.
Operasi dilaksanakan selama 7 x 24 jam bagi sarana dan alutsista yang memungkinkan beroperasi tanpa henti.
Sementara sarana udara seperti pesawat menyesuaikan dengan batas operasional masing-masing.
Untuk operasi hari kelima, Kamis (17/9), pembagian sektor pencarian kembali mengacu pada SAR Map yang dikeluarkan Basarnas Command Center.
Tim SAR akan tetap melakukan pencarian di permukaan sambil menunggu kondisi arus memungkinkan pencarian bawah air dilanjutkan.
Baca Juga: Tim SAR Gabungan Evakuasi 4 Jenazah Korban Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8
Pada saat bersamaan, persiapan salvage dilakukan sebagai alternatif untuk membuka akses pencarian ke dalam bangkai Kapal Virgo Transport 8.