← Beranda
Prabowo Tegaskan Tak Lindungi Orang Dekat Terjerat Korupsi
Muhammad RidwanKamis, 17 September 2026 | 02.16 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat melantik pejabat baru Menteri Keuangan Suahasil Nazara usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). (BPMI Setpres)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi tanpa membedakan latar belakang pihak yang terlibat.

Menurut Prabowo, kedekatan seseorang dengan dirinya tidak menjadi alasan untuk mendapatkan perlindungan ketika berhadapan dengan proses hukum.

Prabowo mencontohkan kasus Dadan Hindayana yang sebelumnya pernah menjadi bagian dari tim sukses dan tim pakarnya.

Dadan kemudian dipercaya Prabowo memimpin Badan Gizi Nasional (BGN) sebelum terseret perkara korupsi.

Prabowo menyatakan dirinya tidak memberikan perlindungan kepada Dadan. Bahkan, dia mengaku turut menyerahkan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.

"Saya sudah buktikan. Pak Dadan itu tim sukses saya, tim pakar saya. Saya yang angkat di Kepala BGN. Saya juga yang serahkan ke kejaksaan," kata Prabowo dalam Program Presiden Menjawab, Rabu (16/9).

Contoh lainnya yang disampaikan Prabowo berkaitan dengan penyitaan aset Hotel Sultan. Prabowo mengakui pemilik Hotel Sultan, Pontjo Sutowo, merupakan orang yang dikenalnya sebagai kawan. Namun, hubungan tersebut disebut tidak menghalangi proses penegakan hukum.

"Berapa banyak yang sudah saya serahkan, dan banyak aset yang kita sita? Hotel Sultan itu, wah yang lobi ke saya banyak. Mungkin Pak Pontjo itu dianggap tokoh, dan memang kawan saya juga. Tapi saya nggak ada kawan, ini negara," ucapnya.

Prabowo juga menceritakan sikap yang diambil ketika dirinya menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada 2019.

Sejak awal menduduki posisi tersebut, dia mengaku telah mengingatkan keluarga dan orang-orang terdekatnya agar tidak memanfaatkan jabatannya untuk mencari proyek di Kementerian Pertahanan.

"Begitu saya naik jadi Menteri Pertahanan, hari pertama saya naik, malam pertama saya kumpulin semua keluarga saya dan semua orang-orang dekat saya di Gerindra. Saya bilang, saya akan menjadi Menteri Pertahanan mulai besok, Anda semua tidak boleh ikut cari bisnis di Kementerian Pertahanan," ungkapnya.

Menurut Prabowo, prinsip serupa tetap diterapkan setelah dirinya menjabat sebagai Presiden.

Dia mengingatkan para kader Partai Gerindra agar tidak menganggap kedekatan dengan Presiden sebagai jaminan terbebas dari proses hukum.

"Begitu saya jadi Presiden, saya sudah berkata hati-hati, saudara, Gerindra. Jangan karena saya Presiden, kalau kamu salah, saya nggak bisa lindungi kamu. Saya beritahu di depan. Dan Anda bisa lihat, berapa bupati (dari) Gerindra yang ditangkap (aparat penegak hukum), berapa wali kota, dan sebagainya," tegas Prabowo

Prabowo menekankan, jabatan dan hubungan personal tidak boleh ditempatkan di atas kepentingan negara.

Dia menyebut penyelenggaraan negara harus mengedepankan kebijaksanaan serta kepentingan masyarakat luas.

"Bernegara itu kita harus arif, kita harus bijak. Di ujungnya kepentingan nasional, kepentingan rakyat harus di atas segala hal," pungkasnya.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra