JawaPos.com - Rekaman video drone yang memperlihatkan benda putih memanjang di permukaan laut Selat Sunda mendadak viral di media sosial, usai dikaitkan dengan hilangnya speedboat yang mengangkut 3 jurnalis dan 3 kru.
Namun, Tim SAR Gabungan memastikan objek tersebut tidak ditemukan saat pengecekan langsung di lokasi titik pantau udara.
Pencarian delapan korban, terdiri dari lima jurnalis, dua ABK/kapten, dan satu guide, kini resmi memasuki hari kesembilan pada Rabu (16/9).
Operasi difokuskan pada perluasan wilayah penyisiran hingga mencakup 3.439 mil laut persegi di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Baca Juga: Hari Ke-9, Operasi SAR 5 Jurnalis dan 3 Kru Speedboat Diperluas Sampai Pulau Enggano di Bengkulu
Klarifikasi Basarnas Soal Video Drone Viral
Unggahan rekaman udara dari akun Instagram @andrearamadhaan itu sempat menyita perhatian netizen.
Video yang diambil pada Minggu (13/9) tersebut memperlihatkan bayangan objek putih memanjang menyerupai badan kapal terbalik di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.
Pemilik akun mengaku baru menyadari keberadaan objek misterius itu setelah mendapat pesan dari netizen yang mencermati ulang hasil rekamannya.
"Saya pun bertanda tanya di sini. Karena kalau pas saat itu saya sadar, saya mungkin akan mendekat. Di sini saya hanya mencoba berkontribusi positif," ungkap pemilik akun tersebut.
Menanggapi laporan publik yang meluas di media sosial, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju koordinat yang dimaksud untuk memverifikasi kebenarannya.
Baca Juga: Polisi Cocokkan DNA Keluarga 5 Jurnalis dengan Jenazah di Pulau Enggano Bengkulu
Kepala Kantor Basarnas Banten, Al Amrad, membenarkan bahwa jajarannya telah menyisir lokasi seperti yang ditunjukkan dalam video.
Namun, petugas tidak menemukan keberadaan fisik kapal maupun tanda-tanda korban di titik tersebut.
"Pengecekan objek yang diduga speedboat terbalik viral di medsos dengan hasil nihil," tegas Al Amrad, Rabu (16/9/2026).
Perluasan Area Operasi SAR Hari Ke-9
Meski temuan drone netizen dipastikan nihil, operasi pencarian skala besar terus dimaksimalkan.
Tim SAR Gabungan mengerahkan sebanyak 22 alat utama sistem pertolongan (alut) air yang dibagi ke dalam delapan sektor utama (Sektor A hingga H).
Baca Juga: Data Ante Mortem Keluarga 5 Jurnalis yang Hilang Dikirim ke Polda Bengkulu
Penyisiran melibatkan berbagai unsur seperti KRI Dewa Kembar, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KN SAR Antasena, hingga alut pendukung dari Polairud, TNI, dan Polri.
Selain armada laut, pemantauan udara diperkuat menggunakan dua unit drone thermal milik Basarnas untuk mendeteksi suhu tubuh atau keberadaan material di permukaan air.
Basarnas juga telah mengirimkan pemapelan resmi ke Kantor SAR Bengkulu guna mengantisipasi kemungkinan korban atau material kapal terbawa arus hingga ke pesisir Pulau Enggano dan Perairan Bengkulu.
Daftar 8 Korban yang Masih Dalam Pencarian
Insiden hilang kontaknya speedboat Arupadhatu ini melibatkan delapan orang yang berada di dalam kapal, yaitu:
Baca Juga: Tim SAR Gabungan Perpanjang Operasi Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Speedboat di Selat Sunda
1. Warta (Kapten Kapal)
2. Surakman (Anak Buah Kapal/ABK)
3. Heriyanto (Guide)
4. M. Bagus Khoerunnas (Jurnalis Antara)
5. Arie Basuki (Jurnalis Merdeka)
6. Yudhistiro Pranoto (Jurnalis iNews)
7. Firdaus Wajidi (Jurnalis Anadolu)
8. Donal Husni (Jurnalis Freelance)
Baca Juga: Permintaan Khusus Gubernur Banten Kepada Basarnas, Perpanjang Operasi SAR Untuk Jurnalis Hilang
Tim SAR mengimbau seluruh personel untuk tetap waspada mengingat prakiraan cuaca di perairan setempat cerah berawan dengan kecepatan angin 10–20 knot, serta tinggi gelombang mencapai 0,5 hingga 3,5 meter.
"Kami akan terus menindaklanjuti setiap informasi yang berpotensi berkaitan dengan keberadaan delapan korban. Seluruh unsur diminta melaksanakan pencarian secara maksimal, tetap waspada terhadap kondisi angin dan gelombang, serta mengutamakan keselamatan selama operasi berlangsung," imbuh Al Amrad.