← Beranda
Basarnas Pertimbangkan Balik Bangkai Kapal Virgo Transport 8 untuk Cari Korban
AntaraRabu, 16 September 2026 | 14.26 WIB
Sebanyak 22 korban selamat KMP Virgo Transport 8 dievakuasi dari KRI Nala menggunakan RBB Lanal Banjarmasin ke Posko SAR Gabungan di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Selasa (15/9/2026). (Radar Banjarmasin)

JawaPos.com - Basarnas menyiapkan skenario alternatif dalam pencarian korban Kapal Virgo Transport 8 jika kondisi cuaca di perairan Laut Jawa terus memburuk.

Salah satu yang dipertimbangkan adalah menghitung proses salvage, peluang membalikkan posisi kapal, maupun menarik kapal untuk mencari korban.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan, pencarian bawah laut menjadi salah satu sasaran utama operasi SAR hari ketiga.

Namun akibat kondisi cuaca, tiga tim penyelam dan peralatan bawah laut yang disiapkan untuk dioperasikan belum bisa diturunkan karena terkait keselamatan personel.

Baca Juga: Tim SAR Pakai ROV, Cari 129 Korban Kapal Virgo Transport 8 di Bawah Laut

“Operasi hanya mungkin dilaksanakan atas dasar jaminan aman karena memang di situlah teori safety,” kata Syafii di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (15/9) malam, sebagaimana dilansir dari Antara.

Pencarian melalui unsur udara dan laut di permukaan perairan, lanjut Syafii, tetap akan terus dilakukan.

Sambil menyiapkan operasi bawah laut apabila kondisi gelombang, arus, dan faktor keselamatan lainnya mendukung.

Basarnas juga didukung KRI Canopus, sebuah kapal berteknologi canggih yang punya kemampuan pengamatan bawah laut, dengan perangkat remotely operated vehicle (ROV) dan multibeam echosounder.

Namun kapal itu belum dioperasikan secara maksimal akibat cuaca yang sangat buruk dan berbahaya di perairan sekitar bangkai kapal.

Baca Juga: Tenggelamnya Virgo Transport 8 Jadi Pengingat Penting Keselamatan Pelayaran

Menurut Syafii, kemampuan penyelam dan peralatan yang ada sebenarnya bisa mendukung operasi hingga kedalaman lebih dari 150 meter.

Hanya saja, terhambat oleh kondisi gelombang, kecepatan arus permukaan dan bawah laut, serta jarak pandang yang terbatas di perairan Laut Jawa.

Jika operasi bawah laut terus terkendala, Basarnas akan melibatkan pihak-pihak yang bisa melakukan tindakan terhadap bangkai kapal.

Termasuk menghitung proses salvage, kemungkinan membalikkan posisi kapal, hingga menarik kapal untuk membuka akses pencarian korban.

“Kita akan berupaya untuk bisa membawa kapal itu atau minimal kita bisa membalikkan kondisi kapal itu sehingga kita bisa melaksanakan operasi pencarian terhadap korban. Setelah itu, tentunya akan kita serahkan kepada tim-tim investigasi yang dipimpin oleh Kepala KNKT,” jelasnya.

Baca Juga: Bukan Sekadar Kapal Tua, Ini Faktor yang Harus Diperiksa dalam Kecelakaan KMP Virgo Transport 8 

Belum Ada Temuan Korban Tambahan

Hingga hari ketiga operasi SAR, berbagai unsur dari udara, laut, masyarakat, dan kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian belum menerima laporan temuan korban tambahan.

Operasi pencarian dilanjutkan sesuai ketentuan dengan mempertimbangkan kondisi keselamatan di lapangan.

Hingga Selasa (15/9) pukul 22.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi sebanyak 114 korban ditemukan seluruhnya telah berhasil mendarat di Banjarmasin.

Terdiri atas 108 korban selamat dan enam orang meninggal dunia, sehingga masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang yang tercatat di manifes.

Sebelumnya, KM Virgo Transport 8 membawa 243 orang dan dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WITA.

Baca Juga: Tim SAR Gabungan Evakuasi 4 Jenazah Korban Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8

Saat kejadian, kapal tersebut tengah berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).

EDITOR: Bayu Putra