← Beranda
Polisi Cocokkan DNA Keluarga 5 Jurnalis dengan Jenazah di Pulau Enggano Bengkulu
Syahrul YunizarSelasa, 15 September 2026 | 17.43 WIB
Sejumlah jurnalis foto yang tergabung dalam Pewarta Foto Indonesia (PFI) menggelar doa bersama dan menyalakan lilin di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (11/09/2026). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Temuan jenazah di Pulau Enggano, Bengkulu, tengah dikaitkan dengan hilangnya lima jurnalis dan 3 kru speedboat di selat sunda.

Saat ini, Polda Banten dan Polda Bengkulu tengah mencocokkan DNA keluarga 5 jurnalis dan 3 kru speedboat dengan jenazah tersebut. 

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menyampaikan, jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano sudah dievakuasi oleh Polda Bengkulu.

Otopsi langsung dilakukan oleh otoritas kepolisian. Langkah itu dilanjutkan pencocokan DNA karena kondisi fisik jenazah sudah kurang baik.

Baca Juga: Tim SAR Gabungan Perpanjang Operasi Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Speedboat di Selat Sunda

”Untuk jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, sudah dievakuasi ke Polda Bengkulu dan hari ini telah dilakukan autopsi. Kami masih menunggu hasil pencocokan DNA dengan sampel keluarga dari teman-teman yang hilang kontak,” kata Maruli dikutip pada Selasa (15/9).

Berdasar hasil koordinasi dengan Polda Bengkulu, jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano diketahui berjenis kelamin laki-laki, dengan ciri-ciri tinggi badan sekitar 165 sentimeter dan diperkirakan berusia di atas 50 tahun.

Kondisi wajah jenazah sudah rusak sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan identitasnya.

”Untuk memastikan identitasnya, kami tetap menunggu hasil pemeriksaan DNA,” ungkapnya.

Polda Banten meminta semua pihak untuk tidak berspekulasi atas temuan jenazah tersebut.

Baca Juga: Permintaan Khusus Gubernur Banten Kepada Basarnas, Perpanjang Operasi SAR Untuk Jurnalis Hilang

Publik diminta untuk bersabar menunggu hasil pemeriksaan resmi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi. Sebab, pencocokan DNA juga perlu waktu sampai hasilnya keluar.

”Kami mohon waktu untuk menunggu hasil pemeriksaan dan pencocokan DNA dari Polda Bengkulu. Setelah hasilnya keluar, tentunya akan kami sampaikan secara resmi kepada masyarakat dan rekan-rekan media,” ujarnya.

Selain temuan jenazah tersebut, Polda Banten melaporkan temuan 3 life jacket, 2 terpal, dan 1 galon air mineral.

Setelah dilakukan pendalaman serta konfirmasi dan pencocokan dengan pemilik kapal, benda-benda tersebut dipastikan tidak memiliki keterkaitan dengan speed boat Arupadatu yang digunakan oleh para jurnalis.

”Dipastikan benda-benda tersebut tidak berkaitan dengan teman-teman yang berada di kapal speed boat Arupadatu,” kata Maruli.

Baca Juga: Operasi SAR 5 Jurnalis dan 3 Kru Speedboat Berlanjut, Tim SAR Gabungan Sisir 7 Sektor

Selain itu, Polda Banten juga memastikan bahwa jenazah yang ditemukan sekitar 2 hari lalu di kawasan Muara Sungai Kali Teratai, Kramatwatu, tidak berkaitan dengan penumpang speed boat Arupadatu yang hilang kontak.

Polisi memastikan hal itu melalui serangkaian pemeriksaan.

 

EDITOR: Bayu Putra