JawaPos.com - Senin (14/9) menjadi hari yang tak biasa sekaligus hari terakhir Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) dalam pemerintahan Prabowo Subianto.
Pagi itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dengan menghadiri rapat gabungan Komite IV DPD RI bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) dan Bank Indonesia.
Rapat yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut membahas Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2027 dan Nota Keuangan, serta sejumlah agenda terkait pembangunan nasional.
Purbaya bahkan masih menyampaikan paparan mengenai strategi ekonomi dan fiskal 2027. Ia juga berencana menerapkan pembiayaan inovatif untuk menjaga pembangunan daerah di tengah penyesuaian Dana Bagi Hasil (DBH).
Dalam skema tersebut, Kementerian Keuangan akan mengerahkan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah (pemda). Dengan begitu, pemda nantinya dapat memperoleh pembiayaan dari PT SMI untuk mendukung pembangunan di daerah.
Baca Juga: Purbaya Diganti, CELIOS Soroti Masalah Internal hingga Gaya Komunikasi Overconfidence
“Nanti kita akan mengerahkan SMI untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah di mana pemerintah daerah bisa semacam meminjam uang dari SMI,” ujar Purbaya dalam rapat dengan Komite IV DPD RI, Jakarta, Senin (14/9).
Namun, suasana rapat berubah ketika memasuki sesi pembahasan. Purbaya yang saat itu tengah memaparkan bahan dan rencana dari Kementerian Keuangan mendadak mendapatkan telepon dari Istana.
Ketua Komite IV DPD RI Ahmad Nawardi menyampaikan kepada Purbaya bahwa ada telepon yang perlu segera diterima.
“Pak menteri saya putus dulu, katanya ada telepon. Tolong dilihat dulu,” kata Ahmad.
Rapat kemudian dihentikan sementara. Purbaya beranjak dari tempat duduknya untuk menerima panggilan tersebut. Sejumlah laporan menyebut telepon tersebut berasal dari pihak Istana.
Setelah itu, Purbaya meninggalkan ruang rapat. Ia diketahui keluar dari Kompleks Parlemen sekitar pukul 14.30 WIB dan tidak memberikan keterangan kepada wartawan yang menunggu di area pintu keluar.
Suahasil Nazara Dilantik
Sekitar satu jam setelah Purbaya meninggalkan Kompleks Parlemen, Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan atau *reshuffle* Kabinet Merah Putih pada Senin (14/9).
Prabowo mengganti posisi Menteri Keuangan yang sebelumnya dijabat Purbaya Yudhi Sadewa. Posisi tersebut kemudian diisi oleh Suahasil Nazara.
“Mengangkat Profesor Suahasil Nazara, Ph.D. sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam sisa masa jabatan periode tahun 2024–2029,” sebagaimana dibacakan Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kemensetneg Nanik Purwanti di Istana Merdeka, Jakarta.
Presiden Prabowo selanjutnya memimpin pelantikan Suahasil yang secara resmi diangkat menjadi Menteri Keuangan untuk sisa masa jabatan periode 2024–2029.
“Sebelum saya mengambil sumpah janji, berkenaan dengan pengangkatan Saudara sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam sisa masa jabatan periode tahun 2024–2029, terlebih dahulu saya akan bertanya kepada Saudara. Apakah Saudara beragama Kristen?” tanya Prabowo.
“Siap, beragama Kristen Protestan,” jawab Suahasil.
Prabowo meminta Suahasil dalam menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan untuk setia kepada UUD 1945 dan segala peraturan perundang-undangan.
“Demi Tuhan saya berjanji, bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara,” pungkasnya.