JawaPos.com – PMI Banjarmasin bergerak cepat untuk menyelamatkan korban selamat KM Virgo Transport 8. Organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan itu membuka posko di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin sejak Minggu (13/9).
Petugas PMI Banjarmasin Alfi di Banjarmasin mengatakan tim gabungan langsung melakukan pemilahan korban berdasarkan tingkat kegawatdaruratan. Tujuannya agar mereka yang membutuhkan pertolongan segera dapat ditangani lebih dahulu.
"Penanganan korban kami bagi menjadi tiga zona, yaitu zona hijau untuk korban dengan luka ringan, zona kuning untuk korban luka sedang, dan zona merah untuk korban yang mengalami luka berat," jelas Alfi dikutip dari Antara Senin (14/9).
Tim medis dari PMI, Dinas Kesehatan, dan unsur SAR, memeriksa kondisi para korban menggunakan tempat tidur lipat atau velbed, sekaligus memantau tekanan darah, detak jantung, dan tanda-tanda vital lainnya.
Korban yang mengalami trauma berat, sesak napas, hingga penurunan kesadaran, mendapat penanganan lebih intensif antara lain dengan pemberian oksigen, pemasangan penyangga leher atau neck collar serta infus sesuai kondisi masing-masing.
Penerapan sistem pemilahan tersebut menjadi langkah penting untuk mempercepat penanganan di tengah kondisi terminal yang dipadati korban, petugas medis, relawan dan keluarga yang menunggu informasi mengenai kerabat mereka.
Di luar gedung terminal, sejumlah ambulans telah disiagakan bersama personel TNI-Polri dan relawan untuk mempercepat proses rujukan korban dengan kondisi berat dari zona merah menuju rumah sakit terdekat.
Kepolisian dan petugas keamanan pelabuhan juga melakukan sterilisasi di sekitar lokasi penanganan agar tim medis dapat bekerja lebih leluasa serta mencegah kepadatan menghambat proses pemeriksaan dan evakuasi lanjutan.
Sementara itu penanganan medis terhadap 69 korban selamat terus dilakukan bersamaan dengan upaya pencarian dan pertolongan terhadap korban lain yang masih berada di wilayah perairan Laut Jawa.