← Beranda
TNI AL Kerahkan Kapal Perang hingga Pesawat untuk Cari KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa
Muhammad RidwanSenin, 14 September 2026 | 03.58 WIB
Foto udara Helikopter Basarnas perlihatkan kondisi kapal Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa. (Basarnas)

 

JawaPos.com - TNI Angkatan Laut (AL) mengerahkan sejumlah kapal perang dan unsur udara untuk membantu operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9).

Pengerahan kekuatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari operasi SAR terpadu yang melibatkan Basarnas serta sejumlah instansi terkait. Seluruh unsur dikerahkan ke wilayah yang menjadi titik pencarian untuk mempercepat proses penemuan dan evakuasi korban.

"Dalam operasi tersebut, TNI AL mengerahkan KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Nala-363, KRI Pulau Fani-732, KRI Canopus-936, KAL Kumai II-13-51, serta pesawat CN-235 MPA P-8301, Helly AS 365 N3+ dan Helly Panther," tulis Dinas Penerangan Angkatan Laut dalam siaran pers.

Selain unsur TNI AL, operasi pencarian juga didukung Kantor SAR Banjarmasin, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan, Distrik Navigasi, Pelindo, serta Pangkalan TNI AL (Lanal) Banjarmasin.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pencarian, khususnya dalam menyisir wilayah perairan yang menjadi lokasi hilangnya kontak dengan KM Virgo Transport 8.

Pelaksanaan operasi SAR juga mendapat pemantauan langsung dari Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.

Pemantauan turut dilakukan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Selatan, termasuk Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra.

"Dalam operasi tersebut, TNI AL mengerahkan KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Nala-363, KRI Pulau Fani-732, KRI Canopus-936, KAL Kumai II-13-51, serta pesawat CN-235 MPA P-8301, Helly AS 365 N3+ dan Helly Panther," jelasnya.

Pengerahan kapal dan pesawat tersebut menjadi bagian dari upaya maksimal tim SAR untuk menemukan seluruh korban KM Virgo Transport 8. Operasi akan terus dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh unsur yang terlibat hingga proses pencarian dan pertolongan dinyatakan selesai.

"TNI Angkatan Laut berkomitmen untuk terus mengerahkan kemampuan terbaiknya dalam mendukung operasi kemanusiaan hingga seluruh korban berhasil ditemukan, sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat sesuai tugas TNI AL dalam operasi militer selain perang," jelasnya.

KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak saat Menuju Banjarmasin

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, menjelaskan bahwa informasi mengenai hilangnya kapal diterima Kantor SAR Banjarmasin pada pukul 04.10 WITA dari pihak terkait. Berdasarkan laporan awal, insiden tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.00 WITA.

"Berdasarkan informasi yang diterima, kapal Virgo Transport 8 diketahui hilang kontak sekitar pukul 02.00 WITA setelah sebelumnya dilaporkan sedang menghadapi kondisi cuaca buruk dalam perjalanan menuju Banjarmasin," ucap I Putu Sudayana dalam keterangannya, Minggu (13/9).

Kapal Virgo Transport 8 diketahui berangkat dari Surabaya pada Sabtu (12/9) pukul 10.13 GMT. Posisi terakhir yang diterima berada di perairan Laut Jawa, dengan jarak sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 04.30 WITA Kantor SAR Banjarmasin memberangkatkan satu tim rescue berjumlah enam personel menggunakan Rescue Car D-Max menuju Dermaga SAR Basirih.

"Tim selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju lokasi perkiraan posisi terakhir menggunakan KN SAR Laksmana 241, dengan estimasi waktu tempuh sekitar lima jam," ungkapnya.

Dalam pelaksanaan operasi pencarian, lanjutnya, Kantor SAR Banjarmasin berkoordinasi dengan sejumlah unsur terkait, di antaranya KSOP Banjarmasin, Lanal Banjarmasin, Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan, Distrik Navigasi Banjarmasin, PT Pelindo Banjarmasin, serta agen kapal Virgo Cabang Banjarmasin.

Dalam operasi pencarian tersebut, tim SAR gabungan mengerahkan sejumlah alat utama sistem pencarian dan pertolongan. Bahkan, unsur udara turut dijerahkan menggunakan Helikopter HR-3601.

Sementara dari unsur laut, pencarian melibatkan KN SAR Laksamana 241, KN SAR 249 Permadi, KRI Nala, serta KN Kunyit. Seluruh unsur tersebut dikerahkan untuk menyisir wilayah yang diperkirakan menjadi lokasi terakhir kapal.

103 Orang Berhasil Dievakuasi

Berdasarkan data sementara yang diterima tim SAR, KM Virgo Transport 8 membawa 243 orang atau person on board (POB). Hingga saat ini, sebanyak 103 orang telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan.

Dari 103 orang yang telah dievakuasi, sebanyak 16 orang ditemukan dan dievakuasi oleh TB Mauhaw IX. Dari jumlah tersebut, 15 orang dinyatakan selamat, sedangkan satu orang meninggal dunia.

Sebanyak 38 orang lainnya berhasil dievakuasi melalui TB TCP dan seluruhnya dilaporkan selamat. Sementara 49 orang berhasil dievakuasi oleh MV Haida dan seluruhnya juga dalam kondisi selamat.

Sehingga, masih terdapat 140 orang yang belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian. Data terkait jumlah maupun kondisi korban juga masih terus dikonfirmasi oleh petugas yang berada di lapangan.

 

“Kami mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada dalam operasi ini. Keselamatan korban menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan operasi SAR," pungkasnya.

EDITOR: Kuswandi