JawaPos.com - Ahlulbait Indonesia (ABI) membantah tudingan keterlibatan petingginya, Zahir Yahya dan Abdullah Assegaff dengan operasi Unit 4000 Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
ABI menyebut pemberitaan berdasarkan sumber laporan Iran International yang ditulis Mojtaba Pourmohsen pada 31 Agustus 2026 berjudul 'IRGC Unit 4000 plans attacks on shipping in East Asia, sources say' tidak benar.
"Saya dan Ustad Abdullah Assegaff tidak memiliki keterlibatan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), termasuk Unit 4000 sebagaimana dikaitkan dalam pemberitaan tersebut," kata Ketua Umum ABI, Zahir Yahya dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Minggu (13/9).
Dia menyampaikan, dalam laporan tersebut tidak dicantumkan sumber yang membuktikannya dengan Abdullah terlibat dalam perekrutan calon agen Unit 4000.
Namun, dia dituding menjadi perantara yang memperkenalkan calon agen kepada Unit 4000. ABI menilai tudingan ini sangat serius.
Oleh karena itu, Yahya mendesak pembuktian secara faktual terhadap tudingan tersebut. Terlebih dalam laporan tersebut tidak dilampirkan dokumen, komunikasi, transaksi, tindakan operasional, ataupun fakta lain yang terkait dengan tuduhan tersebut.
"Dalam perkara yang menyangkut nama baik seseorang, penting membedakan antara nama yang disebut, dugaan yang disampaikan, dan keterlibatan yang dapat dibuktikan," imbuhnya.
Lebih lanjut, ABI menyatakan sebagai ormas islam tunduk terhadap Pancasila dan UUD 1945. Dalam menyikapi konflik di Iran pun sikap ABI sama dengan pemerintah yang mengedepankan diplomasi untuk mengakhiri perang.
"Sikap tersebut sejalan dengan pandangan ABI mengenai pentingnya perdamaian, penghormatan terhadap kedaulatan, serta penyelesaian konflik melalui jalan politik dan diplomasi," pungkas Yahya.