← Beranda
Menag: MTQ Nasional Punya Makna Sosial dan Kebangsaan yang Sangat Besar
AntaraSenin, 14 September 2026 | 01.52 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Menteri Agama Nasaruddin Umar berharap ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI di Jawa Tengah menjadi momentum untuk melahirkan sikap Qurani.

”Al-Qur’an diturunkan untuk dibaca, dipahami, dan ditadaburi pesan-pesannya,” kata Nasaruddin Umar pada pembukaan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Simpang Lima, dilansir dari Antara.

Di dalam keluarga, kata dia, sikap Qurani hadir dalam kasih sayang, tanggung jawab, musyawarah, dan kemampuan menjaga kehormatan satu sama lain.

Baca Juga: Kapal Virgo Transport 8 Terbalik: Mengapa Gelombang 2 Meter di Laut Jawa Sangat Mematikan?

”Tidak ada kekerasan, penghinaan, ataupun kesewenang-wenangan yang dapat dibenarkan mengatasnamakan agama,” lanjut dia.

Di kantor dan tempat kerja, lanjut dia, sikap Qurani tampak dalam amanah, kedisiplinan, profesionalisme, dan pelayanan yang adil.

”Al-Qur’an tidak boleh hanya terdengar pada pembukaan acara. Tetapi kehilangan daya pengaruhnya ketika kita mengelola anggaran, menggunakan kewenangan, memberikan pelayanan, dan mengambil keputusan,” tegas Nasaruddin Umar.

Baca Juga: DPR Minta Investigasi Menyeluruh Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8

Menurut dia, orang yang dekat dengan Al-Qur’an harus menjadi orang yang paling dapat dipercaya, paling sungguh-sungguh bekerja, dan paling jauh dari korupsi serta penyalahgunaan kekuasaan.

”Di tengah masyarakat, sikap Qurani ini diwujudkan melalui ta'aruf, ta'awun dan tabayyun, saling mengenal, saling menolong dalam kebaikan, serta memeriksa setiap informasi sebelum menyebarkannya,” tutur Nasaruddin Umar.

Sikap Qurani menolak fitnah, hoaks, ujaran kebencian, dan segala tindakan yang merusak kehormatan, serta persaudaraan.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kata dia, sikap Qurani berarti menegakkan keadilan, menjaga persatuan, melindungi kelompok-kelompok yang lemah, menghormati kemajemukan temukan dan mendahulukan kepentingan bersama.

”Semakin dekat seseorang kepada Al Quran, semestinya semakin mulia akhlaknya, semakin santun tutur katanya, semakin menghormati perbedaan dan semakin besar kontribusinya bagi kerukunan dan persatuan Indonesia,” terang Nasaruddin Umar.

MTQ Nasional XXXI berlangsung pada 11-20 September 2026, dengan perlombaan yang berlangsung di 12 arena di Kota Semarang.

Baca Juga: Kisah Haru Triyono, Penumpang Virgo Transport 8 yang Rajin Berderma Lewat Kamis Berkah

Sebanyak 2.242 peserta yang terdiri atas 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan akan berkompetisi dalam delapan cabang dan 24 golongan lomba dengan 48 kategori.

Warna-warni Nusantara: Merayakan Syiar Al-Qur'an lewat Pawai Ta'aruf MTQ Nasional

MTQ XXXI ini juga menghadirkan pesan inklusivitas melalui cabang ekshibisi Al-Qur'an bagi para penyandang disabilitas sensorik tuli dan pemanfaatan mushaf Al-Qur'an isyarat.

Baca Juga: MV Haida Tiba di Banjarmasin Bawa 49 Penumpang Selamat Kapal Virgo Transport 8

”Ini menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah petunjuk bagi semua, tidak boleh ada seseorang pun yang kehilangan kesempatan mempelajari Al-Qur'an karena kondisi fisik, sosial ekonomi, ataupun geografis,” papar Nasaruddin Umar.

Menag menyebut MTQ sebagai pesta rakyat yang paling besar di seluruh Indonesia.

Lantik Dewan Hakim dan Pengawas MTQN 2026, Menag Tekankan Integritas dan Standardisasi

Untuk mendukung pelaksanaan kompetisi, Menag telah mengukuhkan tujuh Dewan Pengawas dan 155 Dewan Hakim.

Baca Juga: 113 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Telah Dievakuasi, 6 Orang Meninggal

Seluruh perlombaan dilaksanakan secara serentak di 12 venue yang tersebar di Kota Semarang, ditambah satu titik registrasi kafilah.

Menag mengajak seluruh peserta mengikuti musabaqah dengan sungguh-sungguh, jujur, dan menjunjung sportivitas.

Kepada dewan hakim dan perangkat penyelenggara, dia berpesan agar menjaga marwah MTQ melalui penilaian yang objektif, profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam pembukaan MTQ Nasional ke-31 di Semarang, Menag juga mengumumkan bahwa MTQ akan digelar setiap tahun.

Baca Juga: Soal Insiden KM Virgo Transport 8, Kemenhub Ungkap Fakta Penting

Selama ini, MTQ berlangsung dua tahun sekali, karena bergantian dengan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ).

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menambahkan bahwa MTQ tidak hanya berkaitan dengan kompetisi membaca dan mengamalkan Al-Qur’an, tetapi menjadi ruang kebersamaan masyarakat dengan latar belakang yang beragam.

Menurut dia, kehadiran para pimpinan daerah dan kafilah dari berbagai wilayah menunjukkan dimensi kebersamaan dalam penyelenggaraan MTQ.

Baca Juga: KPP Balikpapan Kirim Tim Perkuat Operasi Pencarian Kapal Virgo Transport 8

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Nasional sekaligus Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad melaporkan bahwa rangkaian MTQ Nasional XXXI dipersiapkan melalui kerja sama Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, LPTQ, Kantor Wilayah Kementerian Agama, pemerintah daerah, dewan hakim, serta panitia pusat dan daerah.

Dia berharap, MTQ Nasional tidak berhenti pada kompetisi, tetapi menjadi ruang untuk mempertemukan kecintaan terhadap Al-Qur’an dengan pengamalan nilai-nilainya dalam kehidupan, sekaligus memperkuat persaudaraan dan persatuan masyarakat Indonesia.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah