← Beranda
Pemerintah Tingkatkan Pasokan Asam Sulfat untuk Produksi Pupuk
Dimas ChoirulJumat, 11 September 2026 | 01.16 WIB
Pemerintah melalui Petrokimia Gresik menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 219.648 ton untuk mengawal musim tanam. (Istimewa).

JawaPos.com — Ketahanan produksi pupuk nasional tidak hanya bergantung pada kapasitas pabrik tetapi juga kepastian pasokan bahan baku. Karena itu, penguatan sumber bahan baku dari dalam negeri menjadi salah satu langkah untuk mengantisipasi gangguan rantai pasok akibat dinamika global dan geopolitik.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui rencana peningkatan pasokan asam sulfat. Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan kepastian pasokan asam sulfat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pupuk. Terlebih, bahan baku tersebut digunakan dalam produksi sejumlah pupuk, seperti NPK, SP-36, dan ZA.

“Tambahan pasokan dari dalam negeri akan semakin memperkuat keandalan produksi pupuk nasional, terutama untuk memenuhi penugasan pemerintah dalam penyediaan Pupuk,” ujar Daconi dalam pertemuan PT Petrokimia Gresik, MIND ID, dan PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kantor MIND ID, Jakarta pada Rabu (9/9).

Saat ini, Petrokimia Gresik telah memiliki kerja sama dengan PTFI terkait penyediaan dan penyerapan asam sulfat dari PTFI Smelting untuk periode 2026–2028. Dengan beroperasinya Smelter Manyar PTFI, kedua perusahaan membahas peluang penambahan pasokan secara bertahap.

Selain tambahan pasokan dari Smelter Manyar, keberlanjutan pasokan asam sulfat dari PTFI Smelting juga menjadi bagian dari pembahasan.

 

Penguatan sumber bahan baku domestik dinilai penting untuk mengurangi risiko gangguan rantai pasok global. Ketegangan geopolitik maupun perubahan kondisi perdagangan internasional dapat berdampak terhadap ketersediaan bahan baku industri, termasuk yang dibutuhkan untuk produksi pupuk.

 

Daconi mengatakan, kerja sama tersebut juga memperlihatkan keterkaitan antara industri hilirisasi mineral dan sektor pertanian. Produk hasil pengolahan mineral di dalam negeri dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan industri pupuk.

 

“Sinergi ini memperkuat keandalan pasokan bahan baku sekaligus meningkatkan ketahanan rantai pasok di tengah dinamika global. Pada akhirnya, kolaborasi ini diharapkan semakin memperkuat industri nasional, mendukung produktivitas pertanian, dan menjaga ketahanan pangan Indonesia,” ujar Daconi.

 

EDITOR: Diar Candra