JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto meminta TNI Angkatan Laut (TNI AL) memaksimalkan pencarian lima jurnalis yang hilang kontak, saat melakukan perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Kelima jurnalis tersebut dilaporkan berada dalam satu speedboat bersama tiga kru kapal.
Rombongan kehilangan kontak pada Senin (7/9), ketika hendak melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Instruksi Prabowo kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) disebut telah diberikan sejak Senin (7/9) malam, setelah laporan mengenai hilangnya komunikasi dengan rombongan diterima.
Baca Juga: Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Speedboat Hari Kedua Nihil, Area SAR Diperluas
“Sejak rombongan 5 jurnalis bersama 3 kru kapal dilaporkan hilang kontak, sejak Senin malam Presiden Prabowo memang sudah langsung menginstruksikan KSAL untuk segera melakukan pencarian, di hari itu juga TNI AL langsung mengirim kapal-kapalnya,” demikian pernyataan Sekretariat Kabinet, ditulis Kamis (10/9).
Dalam operasi pencarian tersebut, TNI AL bergabung dengan tim SAR gabungan dari sejumlah instansi.
Sebanyak 11 kapal dikerahkan untuk menyisir wilayah perairan yang menjadi titik terakhir keberadaan rombongan.
Sebelas kapal yang dilibatkan yakni KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, KRI Lepu-861, KAL Anyer I-3-64, KAL Pohawang I-3-30, RBB Peucang Lanal Banten, RHIB SAR 02 Banten, RHIB SAR 02 Lampung, KN SAR Tetuka-247, KN SAR Basudewa-224, serta KP Sanjaya-7017.
Sekretariat Kabinet memastikan pencarian masih terus dilakukan. Pemerintah berharap seluruh anggota rombongan dapat ditemukan dalam kondisi selamat.
Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau-Ombak Tinggi Hambat Pencarian 5 Jurnalis Hilang
“Doa kita untuk keselamatan seluruh rombongan. Semoga segera ditemukan dalam keadaan selamat,” tulis Sekretariat Kabinet.
Kronologi Hilangnya Rombongan Jurnalis
Berdasarkan informasi Kantor SAR Banten, speedboat yang membawa delapan orang tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB.
Rombongan terdiri atas lima jurnalis, seorang kapten kapal, satu anak buah kapal (ABK), serta seorang guide.
Mereka menuju kawasan perairan Gunung Anak Krakatau untuk meliput perkembangan aktivitas gunung api tersebut.
Komunikasi dengan rombongan jurnalis masih sempat terpantau setelah kapal berangkat.
Baca Juga: Memasuki Hari Ke-3, Helikopter HR-3604 Dikerahkan Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda
Sekitar pukul 14.42 WIB, mereka diketahui mengirimkan share location kepada rekan jurnalis yang berada di wilayah Lampung.
Namun, komunikasi tersebut kemudian terhenti. Sekitar 22 menit setelah lokasi terakhir dibagikan, tepatnya pukul 15.04 WIB, rombongan sudah tidak dapat dihubungi.
Titik terakhir keberadaan mereka tercatat pada koordinat 6°14'40.52"S 105°40'49.48"T, di area gugusan kepulauan Krakatau, tepatnya di sisi Barat Daya Pulau Anak Krakatau.
Laporan hilang kontak itu kemudian ditindaklanjuti dengan pengerahan tim SAR gabungan untuk melakukan penyisiran di kawasan perairan Selat Sunda.
Operasi pencarian diperkuat dengan melibatkan kapal dari TNI AL, Basarnas, dan kepolisian.
Baca Juga: Tiga KRI Dilibatkan untuk Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda