JawaPos.com - Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan kembali mengalami erupsi pada Kamis (10/9) pukul 09.10 WIB.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui laporan MAGMA ESDM mencatat getaran letusan tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 47 mm selama 17 detik.
Secara visual, puncak gunung berketinggian 157 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut tidak teramati karena tertutup kabut tebal level 0–III. Asap kawah juga tidak terlihat dari pos pengamatan.
Baca Juga: Trump Sebut Perundingan AS-Iran Masih Mungkin Terjadi Kendati Ogah Mengupayakan
Kondisi cuaca di sekitar kawasan gunung api terpantau cerah hingga berawan, dengan suhu udara berkisar antara 25,8°C hingga 29,7°C dan kelembapan 69–82 persen. Angin berembus lemah hingga sedang ke arah utara dan barat laut.
Selain satu kali gempa letusan, peralatan seismik MAGMA ESDM merekam sejumlah aktivitas kegempaan lainnya di tubuh Gunung Anak Krakatau dalam periode pengamatan yang sama.
Rincian kegempaan yang tercatat meliputi:
- Gempa Letusan/Erupsi: 1 kali (amplitudo 47 mm, durasi 17 detik)
- Gempa Low Frequency: 3 kali (amplitudo 14–35 mm, durasi 4–9 detik)
- Gempa Hybrid/Fase Banyak: 1 kali (amplitudo 13 mm, durasi 10 detik)
- Gempa Vulkanik Dangkal: 5 kali (amplitudo 9–18 mm, durasi 4–13 detik)
- Gempa Tremor Menerus: 1 kali (amplitudo 1–6 mm, dominan 2 mm)
Zona Bahaya dan Rekomendasi Resmi
Mengingat aktivitas vulkanik yang masih berfluktuasi, MAGMA ESDM mengeluarkan imbauan bagi masyarakat, wisatawan, maupun pendaki yang berada di sekitar kawasan perairan Lampung Selatan.
Pihak berwenang melarang keras adanya aktivitas warga atau wisatawan dalam radius 3 km dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau demi mengantisipasi potensi bahaya erupsi susulan.