← Beranda
Kapal Militer Jepang yang 3 Helikopter Pemadam Karhutla Tiba di Indonesia
Dhimas GinanjarKamis, 10 September 2026 | 19.02 WIB
Helikopter CH-47 Chinook milik Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF) yang akan dikirim ke Indonesia bantu tangani karhutla Kalimantan. (@ModJapan_en)

JawaPos.com - Jepang mengerahkan tiga helikopter CH-47 milik Pasukan Bela Diri Darat Jepang (GSDF) ke Indonesia untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Misi tersebut menjadi operasi pemadaman kebakaran pertama Pasukan Bela Diri Jepang di luar negeri.

Kapal transportasi Pasukan Bela Diri Jepang yang membawa tiga helikopter tersebut tiba di Pelabuhan Kijing, Kalimantan Barat, pada Kamis (10/9). Dilansir dari Kyodo, Kamis (10/9), sekitar 350 personel Pasukan Bela Diri Maritim dan Darat Jepang akan terlibat dalam misi tersebut.

Tiga CH-47 akan beroperasi dari Kalimantan Barat untuk membantu militer Indonesia melakukan pemadaman dari udara selama sekitar satu pekan mulai Minggu (13/9). Helikopter tersebut akan mengambil air dari sungai, kemudian membawanya ke lokasi kebakaran untuk dijatuhkan dari udara.

Setiap helikopter dapat mengangkut sekitar 5 ton air dalam satu kali perjalanan. Kemampuan tersebut akan digunakan untuk membantu pemadaman kebakaran di kawasan hutan dan lahan gambut yang terdampak.

"Kami akan melakukan segala upaya" untuk menjalankan misi ini demi membantu para korban, kata seorang pejabat Kementerian Pertahanan Jepang.

Kebakaran besar yang terjadi di Indonesia sepanjang Januari hingga Juli telah membakar sekitar 2.000 kilometer persegi kawasan hutan dan lahan gambut.

Seorang pejabat Kementerian Pertahanan Indonesia berharap kerja sama Jepang dapat membantu menghasilkan respons yang cepat dan efektif dalam menangani bencana tersebut.

Kapal transportasi Kunisaki, kapal kelas Osumi berbobot 8.900 ton, berangkat dari pangkalan Pasukan Bela Diri Maritim Jepang di Kure, Prefektur Hiroshima, pada 30 Agustus. Kapal tersebut kemudian tiba di Pelabuhan Kijing pada Kamis.

Misi ini merupakan tindak lanjut kesepakatan yang ditandatangani Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi dan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin pada Mei. Kesepakatan tersebut bertujuan memperluas kerja sama pertahanan kedua negara, termasuk latihan bersama dan operasi bantuan penanggulangan bencana.

Penggunaan CH-47 untuk operasi kemanusiaan juga memiliki pengalaman penting bagi Jepang. Helikopter jenis tersebut pernah dikerahkan dalam penanganan bencana Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi pada 2011.

Saat itu, CH-47 digunakan untuk menuangkan air ke reaktor yang membutuhkan pendinginan setelah kehilangan pasokan listrik akibat tsunami besar yang dipicu gempa bumi.

Melalui misi di Kalimantan Barat, Jepang untuk pertama kalinya mengerahkan Pasukan Bela Diri untuk membantu pemadaman kebakaran di luar negeri sekaligus memperkuat kerja sama pertahanan dan penanggulangan bencana dengan Indonesia.

EDITOR: Dhimas Ginanjar