JawaPos.com - Badan Gizi Nasional (BGN) meminta yayasan mitra pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak lagi sekadar membangun dapur dan menyerahkan seluruh pengelolaannya kepada kepala dapur.
Lebih dari itu, mereka juga harus ikut terlibat memastikan operasional dapur berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
"Nah, Bapak Ibu (Yayasan/Mitra) semua punya kedudukan yang sama dan harus ikut hadir di dapur," kata Kepala BGN Sudaryono dalam pernyataannya melalui unggahan di instagram resmi @sudaru_sudaryono, Kamis (10/9).
Sudaryono mengatakan, evaluasi yang dilakukan selama sekitar 40 hari terakhir menunjukkan adanya pola pada dapur yang mampu menjalankan program dengan baik.
Menurutnya, yayasan yang peduli dan ikut terlibat langsung dalam operasional dapur cenderung mampu menjaga kualitas layanan.
Karena itu, Sudaryono menegaskan yayasan tidak seharusnya menyerahkan seluruh tanggung jawab kepada kepala dapur.
Yayasan sebagai mitra BGN harus ikut memastikan kepala dapur hadir, bertanggung jawab, serta seluruh tim menjalankan SOP.
"Maka paradigma ini saya ingin rubah, bahwa mitra dan yayasan ini adalah mitra. Namanya mitra, mitranya BGN," jelasnya.
Selain meminta yayasan lebih aktif, BGN juga akan memperkuat peran chef dalam pengelolaan dapur MBG. Sudaryono menilai chef menjadi salah satu kunci penting karena memiliki pengetahuan mengenai bahan makanan, proses memasak, hingga waktu yang tepat untuk mengolah makanan.
Baca Juga: Dokter Beri Penjelasan Kemungkinan Penyebab Keracunan MBG Buat Masalah Saraf, Ginjal, hingga Jantung
"Dia ngerti belanja barang, dia ngerti masak apa yang gampang basi, dia ngerti. Kemudian dia ngerti masaknya harus jam berapa, matangnya jam berapa, berapa lama, itu paling tidak yang ngerti adalah chef," tuturnya. (*)