JawaPos.com - Ratusan siswa dan guru di dua sekolah menengah pertama di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengalami mual dan diare. Keluhan tersebut muncul setelah mereka menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan sehari sebelumnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Luky Pratugas Narimo mengatakan, dua sekolah yang melaporkan kejadian tersebut yakni SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati.
"Lokasi ada 2 sekolah. MTs Negeri 3 Pati dan SMP Negeri 1 Gembong," kata Luky kepada wartawan di SMP Negeri 1 Gembong, Rabu (9/9).
Di SMP Negeri 1 Gembong, sebanyak 103 siswa dan 13 guru dilaporkan mengalami mual dan diare. Sementara di MTs Negeri 3 Pati, keluhan serupa dialami 127 siswa dan 30 guru.
Dinkes Pati menerima laporan mengenai kejadian tersebut sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, Luky menegaskan bahwa dugaan keracunan akibat makanan MBG belum dapat dipastikan.
"Informasi kami dapat awal merupakan dugaan keracunan MBG yang disajikan kemarin. Ini masih dugaan," jelasnya.
Tim Dinkes Pati kini melakukan penyelidikan epidemiologis untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan tersebut. Sampel juga akan diperiksa di laboratorium untuk memastikan ada atau tidaknya kaitan dengan makanan yang dikonsumsi para siswa dan guru.
"Tim kami masih melakukan penyelidikan lagi, kami belum bisa memastikan penyebabnya seperti apa. Kita tunggu penyelidikan epidemiologis seperti apa, hasil uji lab seperti apa," ujarnya.
Sementara itu, para siswa dan guru yang mengalami keluhan telah mendapat penanganan medis. Mereka dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan rumah sakit di wilayah Pati.
Baca Juga: Rentetan Kasus Keracunan MBG di Jogja, Sultan HB X: Saya Yakin Bukan Sengaja, Tapi Teledor
Luky menyebut jumlah korban masih dapat berubah karena proses pendataan dan sinkronisasi dengan sejumlah fasilitas kesehatan masih berlangsung.
"Data belum, masih dinamis, belum bisa memastikan berapa jumlahnya. Data akan kami update berdasarkan sinkronisasi berdasarkan faskes yang ada di RSUD Soewondo, Mitra dan KSH," jelasnya.