← Beranda
Operasi SAR 5 Jurnalis dan 3 Kru di Selat Sunda masih Berlangsung, Pos Antemortem Disiapkan
Syahrul YunizarRabu, 9 September 2026 | 20.55 WIB
Basarnas Lampung mengerahkan tim dan armada kapalnya mencari 5 jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. (Istimewa)

 

 

JawaPos.com - Untuk mendukung operasi SAR 5 jurnalis dan 3 kru speedboat di Perairan Selat Sunda, Polda Banten telah menyiapkan Pos Antemortem.

Kapolda Banten Irjen Hengki menyampaikan bahwa pos tersebut disiapkan oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Banten.

”Kami telah menyiapkan posko antemortem sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam mendukung proses identifikasi apabila diperlukan,” ungkap Irjen Hengki pada Rabu (9/9).

Namun demikian, sejauh ini Tim SAR Gabungan masih mengupayakan pencarian terhadap rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang kontak dalam melaksanakan tugas liputan erupsi Gunung Anak Krakatau. Fokus pencarian pada operasi SAR hari kedua dilakukan melalui jalur laut.

”Untuk sampai dengan sekarang belum (melakukan SAR udara). Nanti melihat perkembangan hari ini, saya akan minta petunjuk. Kita bisa juga melakukan pemantauan, tetapi situasi erupsi juga harus menjadi pertimbangan,” terang dia.

Operasi SAR tersebut dilakukan bersama TNI, Basarnas, BMKG dan unsur terkait lainnya. Pencarian dilakukan setelah Polda Banten menerima informasi pada Selasa (8/9) terkait rombongan jurnalis yang sebelumnya berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9).

”Sejak mendapatkan informasi pada hari Selasa, tim sudah melakukan pencarian. Dari kemarin hingga hari ini dilanjutkan, baik Basarnas, Polda, Polairud, Lanal, TNI, BPBD dan unsur terkait lainnya bersama-sama melakukan pencarian,” imbuhnya.

Dalam operasi pencarian tersebut, Hengki menegaskan bahwa keselamatan personel yang terlibat menjadi perhatian. Dia juga memastikan kesiapan sarana, prasarana dan sumber daya manusia yang dikerahkan dalam operasi di tengah masa krisis Gunung Anak Krakatau itu.

”Kami akan bekerja keras untuk menemukan rekan-rekan kita yang sampai sekarang belum ditemukan. Namun, keselamatan seluruh tim terpadu yang melakukan pencarian juga harus menjadi perhatian,” ujarnya.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menyampaikan bahwa Operasi SAR hari kedua dimulai pukul 07.00 WIB dengan melibatkan sejumlah unsur SAR dan dukungan berbagai sarana serta peralatan pencarian.

”Dalam pelaksanaan pencarian hari kedua, Tim SAR Gabungan membagi operasi menjadi 4 Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas cakupan area pencarian,” kata Al Amrad dalam keterangannya.

SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 melakukan penyisiran sejauh 68,3 nautical mile (NM) dan jarak antarjalur pencarian atau spacing 3 NM. Sementara SRU 2 menggunakan KAL Anyer dengan total jarak penyisiran 69,5 NM dan spacing 3 NM.

”Kedua SRU tersebut melakukan pencarian di area perairan yang telah ditentukan berdasarkan perencanaan operasi SAR,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Al Amrad menyebutkan bahwa SRU 3 menggunakan RIB 01 Lampung melakukan penyisiran sejauh 67 NM dan spacing 1 NM. Kemudian SRU 4 menggunakan RIB 02 Banten melakukan penyisiran di sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang.

Baca Juga: Polda Lampung Perkuat Pencari 5 Jurnalis dan 3 Kru Speedboat yang Hilang Kontak di Selat Sunda

”Pencarian melibatkan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, USS Pandeglang, Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, serta unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, Balawista, nelayan, masyarakat, dan unsur terkait lainnya,” terang dia. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan