← Beranda
5 Jurnalis Hilang saat Meliput Erupsi Anak Krakatau, Basarnas Lampung Turun Tangan
Ryandi ZahdomoRabu, 9 September 2026 | 18.25 WIB
Basarnas Lampung mengerahkan tim dan armada kapalnya mencari 5 jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Tim SAR gabungan terus mengintensifkan penyisiran di kawasan perairan Selat Sunda guna mencari keberadaan lima jurnalis beserta tiga kru kapal yang dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9).

Rombongan tersebut diketahui hilang saat bertolak menggunakan speed boat untuk meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Guna memperkuat upaya pencarian pada hari kedua, Rabu (9/9), Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung resmi menerjunkan dua unit armada Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju lokasi perairan Pandeglang, Banten.

Langkah ini diambil setelah Basarnas Lampung menerima Rencana Operasi SAR (Renops) H.2 dari Basarnas Banten pada Rabu dini hari sekitar pukul 00.33 WIB.

Baca Juga: Kubu Febrie Adriansyah Pertanyakan Isu Aliran Dana Rp 40 Miliar ke Jaksa Agung

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, Deden Ridwansah, memaparkan bahwa pihaknya mengerahkan RIB 02 dengan tujuh personel serta RIB 03 dengan 10 personel tepat pada pukul 07.00 WIB.

"Kami mengerahkan dua unit RIB beserta personel untuk mendukung operasi SAR di wilayah Selat Sunda. Tim akan melaksanakan pencarian sesuai search area yang telah ditetapkan dan berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR gabungan di lapangan. Kami berharap upaya pencarian ini dapat segera menemukan kedelapan korban," ujar Deden, Rabu (9/9).

Ia menekankan bahwa faktor cuaca dan cakupan area perairan yang luas menjadi perhatian utama tim di lapangan dalam mengoperasikan pola pencarian.

"Personel diminta tetap mengutamakan keselamatan selama melaksanakan operasi," tambahnya.

Penggunaan Teknologi Drone Thermal dan Perluasan Sektor

Terpisah, Tim SAR Gabungan membagi pergerakan ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU) dengan memanfaatkan berbagai alutsista laut seperti KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, hingga pemindaian dari udara.

Kasi Operasi Kantor SAR Banten, Rizky Dwianto, menjelaskan bahwa teknologi pencitraan suhu atau drone thermal turut diterjunkan untuk mendeteksi keberadaan para korban, baik di permukaan air maupun di daratan pulau-pulau kecil.

"Sejumlah sarana turut dikerahkan dalam operasi ini, di antaranya KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RIB 03 Lampung, rescue car, truk personel, drone thermal, serta berbagai peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan peralatan pendukung lainnya," jelas Rizky.

Baca Juga: Update Harga Emas Antam Rabu 9 September 2026: Gaji UMP Jakarta Cuma Bisa Beli 2 gram

Fokus penyisiran pada hari kedua ini tidak hanya menyasar perairan lepas, tetapi juga memperluas radius hingga ke garis pantai Pulau Rakata dan Pulau Panjang. Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan dengan ketinggian gelombang berkisar antara 0,4 hingga 1 meter.

Identitas 8 Korban dalam Pencarian

Hingga berita ini diturunkan, seluruh penumpang speed boat masih berstatus dalam pencarian (DP). Berikut adalah daftar identitas delapan korban yang berada di dalam kapal tersebut:

1. Warta (55) — Kapten Kapal

2. Surakman (60) — ABK

3. Heriyanto (49) — Pemandu (Guide)

4. M. Bagus Khoirunnas — Jurnalis ANTARA

5. Arie Basuki — Jurnalis Merdeka.com

6. Yudhistira — Jurnalis iNews

7. Firdaus Wajidi — Jurnalis Anadolu

8. Donal — Jurnalis Lepas (Freelance)

Pihak SAR mengimbau kepada para nelayan, pengelola transportasi laut, serta masyarakat di sekitar perairan Selat Sunda yang melihat keberadaan tanda-tanda kapal untuk segera memberikan laporan ke petugas terdekat.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan