← Beranda
Puan Minta Wacana Penggabungan Badan Geologi dan BMKG Dikaji Dulu
Muhammad RidwanRabu, 9 September 2026 | 00.42 WIB
Presiden Prabowo Subianto (kiri) bersama Ketua DPR Puan Maharani (tengah) dan Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin menunjukkan dokumen pengantar RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta wacana pengintegrasian Badan Geologi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tidak buru-buru dilakukan.

Pemerintah diminta melakukan kajian secara menyeluruh, sebelum merealisasikan wacana penggabungan tersebut. 

Puan menilai Badan Geologi dan BMKG memiliki tugas dan kewenangan yang berbeda.

Karena itu, rencana penggabungan perlu dipastikan tidak sekadar menyatukan kelembagaan, tetapi benar-benar mampu meningkatkan efektivitas penanganan dan mitigasi bencana.

Baca Juga: Badan Geologi: Erupsi Gunung Anak Krakatau Tidak Picu Tsunami

“Kalau itu dianggap memang akan lebih efektif, ya tentu saja DPR akan mendukung hal tersebut,” kata Puan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9).

Menurut Puan, hasil kajian nantinya harus menunjukkan manfaat yang jelas apabila Badan Geologi dan BMKG benar-benar diintegrasikan.

Perbedaan fungsi kedua lembaga menjadi salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan sebelum pemerintah mengambil keputusan.

“Jadi lebih baik dikaji dulu dan pengkajiannya itu harus memang bermanfaat,” jelas Puan.

Selain rencana integrasi dua lembaga tersebut, Puan turut menanggapi wacana penambahan anggaran untuk kebutuhan mitigasi bencana.

Baca Juga: Waspada Abu Vulkanik! Badan Geologi Ungkap Bahayanya bagi Paru-paru, Mata, Kulit dan Air

Ia mengatakan, DPR pada prinsipnya tidak mempersoalkan peningkatan alokasi anggaran apabila kebijakan tersebut mampu memberikan manfaat yang lebih besar.

“Alokasi anggaran selama itu memang bermanfaat, bagi kami tidak apa-apa. Namun, harus manfaatnya harus lebih baik daripada sebelumnya,” imbuhnya.

Prabowo Mau Gabungkan Badan Geologi-BMKG

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto membahas peluang pengintegrasian Badan Geologi dan BMKG, dalam rapat terbatas soal penanganan bencana pada Senin (7/9).

Prabowo menyampaikan perlunya kerja sama yang lebih erat antara Badan Geologi dengan pihak terkait dalam kegiatan pemantauan.

Ia kemudian membuka opsi agar Badan Geologi berada dalam satu integrasi dengan BMKG.

Baca Juga: El Nino Masih Panjang, BMKG: Masa-masa Paling Berat Terasa Sampai September 

“Kepala Badan Geologi nanti saya kira akan kerja sama lebih erat dengan yang lain ya, untuk monitoring. Nanti kita pikirkan apakah Badan Geologi itu harus diintegrasikan bersama BMKG ya, tapi ya nanti kita bahas itu,” ujar Prabowo.

Kendati demikian, Prabowo belum memaparkan secara rinci seperti apa bentuk integrasi yang dimaksud.

Dalam rapat itu, Presiden juga menyoroti sejumlah bencana dan ancaman kebencanaan yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Beberapa di antaranya adalah gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda, serta persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi.

“Kita menghadapi berbagai keadaan karena bencana gempa di Flores, kemudian sekarang aktivitas gunung anak Krakatau, dan juga kebakaran hutan, dan asap yang masih menjadi masalah bagi kita semua,” ucapnya.

Baca Juga: Langkah BMKG dan BNPB Jika Tak Ada Awan Hujan untuk OMC di Daerah Terdampak Abu Vulkanik

Prabowo menegaskan, kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api atau Ring of Fire membuat kesiapsiagaan terhadap bencana harus menjadi perhatian berkelanjutan.

“Ini adalah takdir kita. Negara yang berada di lingkaran api the ring of fire. Jadi ini membawa kita untuk kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,” pungkasnya.

 

EDITOR: Bayu Putra