← Beranda
Jepang Kirim 3 Helikopter Chinook Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan
Syahrul YunizarSelasa, 8 September 2026 | 23.51 WIB
Panglima Koopsudnas Marsekal Madya TNI Minggit Tribowo menyampaikan keterangan kepada awak media di Mako Koopsudnas, Jakarta Timur, pada Selasa (8/9). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Jepang mengirimkan bantuan tiga unit Helikopter Chinook untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

TNI AU memastikan operasional ketiga helikopter tersebut tetap berada di bawah kendali otoritas Angkatan Udara Indonesia.

Hal itu disampaikan Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) Marsekal Madya TNI Minggit Tribowo kepada awak media pada Selasa (8/9).

Dia menjelaskan bahwa operasional bantuan helikopter dari Jepang itu tetap mengikuti kebutuhan di lapangan.

Baca Juga: Wamenko Pangan Hanif Minta Karhutla Kalsel Ditangani Sistematis, Tekankan Kolaborasi dan Patroli Ket

”Teknis pelaksanaanya kami atur, area mana saja yang operasional bagi teman-teman negara sahabat ini, kemudian bagaimana pemeliharaan pesawat, bagaimana dukungan logistiknya, bagaimana aturan sortie dan seterusnya, itu di bawah kendali Angkatan Udara,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan tugas tersebut, Minggit menyatakan bahwa pihaknya juga berkolaborasi dengan matra lain seperti TNI AD dan TNI AL.

Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Polri juga terlibat dalam penanggulangan karhutla di Kalimantan.

”Sinergitas ini yang ingin kami bangun, apapun yang diberikan oleh rekan-rekan ini bisa memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat,” lanjutnya.

Perwira tinggi bintang tiga TNI AU itu memastikan, bantuan 3 helikopter dari Jepang untuk Indonesia sudah dipastikan akan datang dalam waktu dekat.

Baca Juga: TNBTS Hentikan Sementara Aktivitas Shooting dan Event, Upaya Cegah Karhutla

”Memang betul seperti yang dikatakan bapak menhan dan media yang sudah monitor selama ini, ada rencana bantuan dari negara sahabat. Semua kegiatan tentu saja di bawah koordinasi kami, di Kemhan, Mabes TNI, dari Mabes AU, termasuk kami pelaksana di lapangan,” ujarnya.

Dalam keterangan yang disampaikan kepada awak media pada Selasa (1/9), Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa Jepang mendukung penanganan Karhutla di Kalimantan.

Solidaritas dalam Hubungan Bilateral

Dukungan itu merupakan hasil diplomasi pertahanan dan hubungan bilateral Indonesia dengan Jepang.

Menurut Sjafrie, kerja sama pertahanan tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan pertahanan, melainkan juga membangun solidaritas dan semangat saling membantu ketika negara sahabat menghadapi bencana.

”Kerja sama pertahanan, kalau ada teman yang susah, dia balik membantu,” kata Sjafrie.

Baca Juga: Puan Minta Aparat Selidiki Bekas Karhutla yang Langsung Ditanami Sawit

Menhan menegaskan bahwa Indonesia tetap memiliki kemampuan nasional dalam menangani bencana.

Namun, dalam hubungan pertahanan bilateral ada semangat sense of responsibility untuk saling memberikan dukungan ketika negara sahabat menghadapi kesulitan.

Tidak hanya itu, Sjafrie juga menempatkan penanganan bencana sebagai bagian dari tugas-tugas dinamis yang dijalankan Kemhan dan TNI untuk kepentingan nasional dan keselamatan masyarakat.

Dalam pemadaman Karhutla, pengerahan kemampuan nasional dan dukungan dari negara sahabat merupakan bagian dari upaya bersama untuk mempercepat penanganan keadaan darurat.

Dukungan yang diberikan oleh Jepang merupakan implementasi konkret Defense Cooperation Arrangement (DCA) Indonesia–Jepang, khususnya dalam bidang Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR).

Baca Juga: Organisasi Meteorologi Dunia: Karhutla dan Gelombang Panas Ancam Kualitas Udara Global

”Melalui kerangka tersebut, kedua negara memperkuat kerja sama dalam pengelolaan bencana, termasuk koordinasi bantuan kemanusiaan, dukungan logistik, dan pemanfaatan aset transportasi dalam situasi darurat,” ungkap Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.

Kemhan memandang diplomasi pertahanan Indonesia-Jepang memberikan manfaat konkret bagi masyarakat.

Kerja sama pertahanan tidak berhenti pada dialog maupun peningkatan kapasitas, tetapi diwujudkan melalui solidaritas dan aksi kemanusiaan ketika dibutuhkan.

”Dalam mendukung penanganan Karhutla, Jepang mengerahkan 3 helikopter CH-47 Chinook untuk membantu operasi di wilayah terdampak,” imbuhnya.

Baca Juga: Karhutla Meluas di Sejumlah Wilayah, Pengelolaan Hutan Berkelanjutan Jadi Perhatian

EDITOR: Bayu Putra