← Beranda
Ingatan Korban Keracunan MBG Berastagi Diduga Turun 70 Persen, Kini Alami Kejang
Syahrul YunizarSelasa, 8 September 2026 | 22.49 WIB
Ilustrasi petugas SPPG di Jawa Timur sedang menyiapkan menu MBG. (Novia Herawati/JawaPos.com)

 

 

JawaPos.com - Siswi asal Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), Febiola Purba (16), korban terduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kondisinya kian memburuk.

Febiola diduga mengalami kehilangan ingatan atau penurunan fungsi kognitif hingga 70 persen serta kejang.

Diketahui, dokter mengidentifikasi dua kemungkinan penyebab gangguan kesehatan korban, yakni infeksi bakteri atau paparan racun jamur.

Sejak pertengahan Agustus 2026, korban telah menjalani perawatan intensif dan berpindah di lima rumah sakit berbeda, termasuk Rumah Sakit Umum Pemerintah Haji Adam Malik (RSUP HAM) Medan.

Saat dikonfirmasi Sumut Pos, Selasa (8/9), Humas RSUP HAM Medan, Rosario Dorothy Simanjuntak mengatakan, bahwa pasien melakukan rawat jalan dan sudah tiga kali kunjungan berobat di RS Adam Malik. 

"Pertama 31 Agustus 2026, lalu 7 September dan hari ini (Selasa)," jelasnya dilansir Sumut Pos (Jawa Pos Group), Selasa (8/9).

Saat ini, tambah Rosario, pasien ditangani dokter spesialis Gastro Anak, Neurologi anak dan sudah menjalani pemeriksaan Elektroensefalografi (EEG). 

"Tapi dokternya belum bersedia memberikan keterangan. Nanti kalau sudah bersedia akan kita rilis secara resmi," tandasnya.

Sebelumnya, Ratusan murid dari lima sekolah di Kabupaten Karo, Sumut, mengalami keracunan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG).

Baca Juga: Bola-bola Sapi Goreng Diduga Jadi Pemicu Keracunan MBG di Sleman, Ini Hasil Investigasinya

MBG tersebut diduga berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur milik Kodim.Sebanyak 265 murid yang mengalami keracunan di 3 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Karo, dengan rincian SMAN 1 Berastagi sebanyak 202 siswa, SMA Swasta Bersama 25 siswa, dan SMK Swasta Bersama 38 siswa.

Selain itu, juga ada dari dua sekolah SMP yang mengalami keracunan, yaitu SMP Negeri 3 Kabanjahe dan SMP Swasta Bersama.

 

EDITOR: Kuswandi