← Beranda
BGN Tutup 1.999 Dapur MBG Gara-Gara Tak Daftar SLHS
Dimas ChoirulSelasa, 8 September 2026 | 03.54 WIB
Ilustrasi aktivitas di sebuah dapur MBG. (Dok/JawaPos.com)

JawaPos.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sedikitnya 1.999 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ribuan dapur tersebut ditutup setelah ditemukan tidak melakukan pendaftaran Sertifikasi Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, penutupan dilakukan setelah pihaknya menyisir puluhan ribu dapur SPPG.

Data terbaru per 7 September 2026 pukul 17.00 WIB menunjukkan masih terdapat 1.999 dapur yang belum melakukan pendaftaran SLHS di dinas kesehatan masing-masing.

Baca Juga: MK Putuskan Permohonan Guru Dilibatkan dalam MBG Tidak Dapat Diterima

"Maka pada hari ini saya nyatakan 1.999 dapur SPPG yang tersebar di tiga wilayah kami nyatakan saya tutup," kata Sudaryono melalui akun instagram pribadinya, @sudaru_sudaryono, Senin (7/9).

Sudaryono menjelaskan, SLHS merupakan salah satu syarat mutlak bagi dapur yang menyelenggarakan program MBG.

Karena itu, BGN melakukan pemeriksaan dan pencocokan data secara bertahap untuk memastikan seluruh SPPG memenuhi ketentuan tersebut.

Menurut dia, dari total 27.485 dapur SPPG yang sebelumnya terdata, BGN telah melakukan penyisiran dan menetapkan sementara sebanyak 27.022 dapur.

Dari penyisiran lanjutan tersebut, BGN bersama Kementerian Kesehatan mengidentifikasi 1.999 dapur yang tidak melakukan pendaftaran SLHS.

Baca Juga: Klarifikasi DPRD Kota Malang Soal Pernyataan Penghentian MBG

Sudaryono menegaskan, persoalan tersebut bukan karena dapur telah mendaftar tetapi belum memenuhi persyaratan SLHS.

Justru, ribuan dapur itu disebut sama sekali belum melakukan pendaftaran SLHS.

"Jadi dapur-dapur sebanyak 1.999 ini itu tidak melakukan pendaftaran SLHS di dinas kesehatan masing-masing, yang artinya bukan mendaftar kemudian syaratnya tidak dipenuhi bukan, tapi ini tidak melakukan pendaftaran," jelasnya.

BGN, kata Sudaryono, telah melakukan pengecekan silang, menunggu, mengonfirmasi, serta meminta klarifikasi kepada dapur-dapur tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

"Dan tidak melakukan pendaftaran ini telah kami cross check, telah kami tunggu, telah kami konfirmasi, telah kami tanya dari beberapa waktu yang lalu sampai dengan sekarang," ujarnya.

Baca Juga: Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung

Atas temuan tersebut, BGN memutuskan menutup 1.999 dapur SPPG tersebut untuk selanjutnya dilakukan investigasi.

Sebaran dapur yang ditutup terdiri dari 351 dapur di wilayah 1 (Sumatera), kemudian 1.417 dapur di wilayah 2 (Jawa, Banten), serta 231 dapur di wilayah 3 (Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua).

"Ditotal 1.999 ini kemudian kami nyatakan saya tutup untuk kemudian kami lakukan investigasi," tutur Sudaryono.

 

EDITOR: Bayu Putra