← Beranda
Presiden Prabowo Putuskan Kapal Induk Jadi Pangkalan Helikopter Bencana
Syahrul YunizarSenin, 7 September 2026 | 23.16 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat memimpin Rapat Terbatas Perkembangan Penanganan Bencana Alam, Senin (7/9).

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto sudah memutuskan kapal induk pertama Indonesia, Giuseppe Garibaldi, akan menjadi pangkalan helikopter. Fungsinya untuk memperkuat penanganan bencana alam.

Alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang diterima dari Angkatan Laut Italia lewat skema hibah tersebut diyakini bisa memperkuat kemampuan Pemerintah Indonesia dalam menghadapi kebakaran hutan dan berbagai bencana alam yang kerap terjadi. Presiden tidak ingin, kapal itu hanya digunakan sebagai alat tempur konvensional.

”Alhamdulillah sebentar lagi kapal induk dari Italia akan masuk ke jajaran TNI Angkatan Laut, itu kita akan ubah menjadi kapal induk helikopter, untuk drone,” ucap Prabowo dalam Rapat Terbatas Perkembangan Penanganan Bencana Alam di Istana Merdeka pada Senin (7/9).

Baca Juga: Residivis Kembali Beraksi: Jambret HP WNA India di Menteng Dibekuk Polisi

Presiden menjelaskan bahwa kapal tersebut punya kapasitas untuk menampung dan mengangkut hingga 10 helikopter kelas menengah. Helikopter yang dimaksud memiliki kapasitas angkut air beberapa ton dalam sekali operasi. Dengan begitu, helikopter yang on board di atas kapal induk itu bisa dikerahkan untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

”Dan itu kemampuannya untuk bisa menampung 10 helikopter kelas menengah, saya kira sejeni Black Hawk, Mi-17. Rata-rata bisa angkut 4-5 ton air,” jelasnya.

Dengan kemampuan tersebut, Prabowo yakin, penanggulangan karhutla di Indonesia akan semakin cepat. Dia pun mencontohkan, jika 10 helikopter kelas menengah on board, kapal induk tersebut bisa secepatnya bergerak ke daerah dengan titik api paling banyak. Kemudian dari atas kapal induk itu, operasi pemadaman dilakukan.

Selain itu, pemerintah akan terus mengembangkan penggunaan drone berukuran besar yang mampu membawa dan menjatuhkan air. Teknologi tersebut dinilai tepat untuk digunakan di wilayah terdepan. Sehingga bisa memberikan respons awal sebelum bantuan dalam skala lebih besar tiba.

”Selanjutnya kita harus mengadakan drone yang bisa melempar air, ada drone besar sampai bisa angkut dan lempar air. Kalau ada di tempat terdepan lebih baik,” ucap presiden.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul, peran dan fungsi kapal induk tersebut akan disesuaikan dengan doktrin Perisai Trisula Nusantara TNI.

”Untuk Garibaldi rencananya akan dioperasionalkan berfokus kepada Operasi Militer Selain Perang (OMSP) seperti bantuan kemanusiaan serta penanggulangan bencana alam,” terang dia pada Selasa (25/8).

Tidak sendirian, TNI AL akan menyertakan TNI AD dan TNI AU dalam operasional kapal induk tersebut. Khususnya para penerbang helikopter Angkatan Darat dan Angkatan Udara.

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi bisa dijadikan sebagai tempat mendarat dan terbang bagi helikopter-helikopter TNI AD dan TNI AU. Tunggul memastikan, pelaksanaannya akan berjalan baik karena latihan sudah pernah dilakukan.

”Pelaksanaan giat take off landing akan melibatkan alutsista dari tri matra dan hal tersebut sudah pernah dilaksanakan pelatihan di Puspenerbal Juanda. Saat ini juga sedang dilaksanakan giat refreshing take off-landing tri matra, khususnya bagi pilot TNI AU dan TNI AD,” bebernya.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah