← Beranda
BMKG Pastikan Sebaran Abu Anak Krakatau Tak Lagi Mengarah ke Jakarta
Ryandi ZahdomoSenin, 7 September 2026 | 18.17 WIB
Tangkapan layar kondisi Gunung Anak Krakatau dalam pantauan CCTV Lava93 milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, KESDM. (Dok PVMBG)

JawaPos.com - Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dipastikan tidak lagi mengarah ke wilayah DKI Jakarta.

Analisis terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan pergerakan angin kini mendorong material vulkanik tersebut menjauhi ibu kota ke arah barat hingga Samudra Hindia.

Informasi ini menjadi kabar baik setelah sempat muncul kekhawatiran terkait dampak paparan abu vulkanik terhadap kualitas udara dan penerbangan di sekitar Jabodetabek.

Baca Juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Pernapasan Anak, IDAI Sarankan 13 Langkah Perlindungan

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menjelaskan, berdasarkan pantauan citra satelit Himawari-9 per Senin (7/9) pukul 09.00, arah angin secara umum membawa sebaran abu vulkanik ke sektor barat.

Hasil pemantauan tersebut kembali diperkuat pada analisis sejam setelahnya.

"Iya, berdasarkan analisis jam 09.00 WIB, untuk jam 10.00 WIB juga sudah tidak terdeteksi ke arah Jakarta," ujar Andri kepada JawaPos.com, Senin (7/9).

Dua Klaster Sebaran Abu Vulkanik

Berdasarkan data BMKG, terdapat dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terdeteksi di udara saat ini:

- Ketinggian hingga 15.000 Kaki (±4,6 km): Abu vulkanik meluas ke arah barat daya hingga barat laut. Wilayah yang terdampak mencakup sebagian Banten, Jawa Barat bagian barat-selatan, Lampung, Bengkulu, serta perairan sekitarnya dan Samudra Hindia.

- Ketinggian hingga 50.000 Kaki (±15,2 km): Sebaran abu teramati membumbung lebih tinggi dan membentang jauh di Samudra Hindia, tepatnya di sebelah barat hingga barat daya Bengkulu, Lampung, dan Banten.

Bergerak Menjauhi Wilayah Indonesia

BMKG menegaskan bahwa klaster abu vulkanik pada ketinggian tinggi tersebut terus bergerak menjauhi daratan Indonesia.

Meskipun wilayah Jakarta dipastikan aman dari sebaran abu saat ini, pihak otoritas terus memantau pergerakan angin dan aktivitas vulkanis secara berkala untuk mengantisipasi perubahan pola cuaca sewaktu-waktu.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah