JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto terus mengikuti perkembangan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Pemerintah memastikan kondisi gunung api tersebut dipantau secara berkala untuk mengantisipasi kemungkinan dampak terhadap masyarakat.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), M. Qodari, mengatakan pemantauan dilakukan dengan mengacu pada data serta rekomendasi dari lembaga teknis terkait.
Presiden, kata dia, juga menekankan pentingnya keselamatan masyarakat di tengah aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Baca Juga: Bandara Soekarno-Hatta Perpanjang Penutupan Hingga Sore, Imbas Erupsi Anak Krakatau
"Bapak Presiden dan Pemerintah memantau secara cermat perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, berserta setiap potensi dampaknya. Seluruh pemantauan dilakukan berdasarkan data dan rekomendasi lembaga teknis yang berwarna. Kemudian, keselamatan dan keamanan masyarakat adalah prioritas utama dari Bapak Presiden dan Pemerintah," kata Qodari, Minggu (6/9).
Seiring masih berlangsungnya aktivitas vulkanik, pemerintah meminta masyarakat tetap tenang sekaligus meningkatkan kewaspadaan.
Warga yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik juga diminta menerapkan sejumlah langkah perlindungan diri.
Salah satunya dengan menggunakan masker ketika berada di luar ruangan. Masker diperlukan untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik yang dapat masuk melalui saluran pernapasan.
"Bapak Presiden dan Pemerintah mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan waspada selama vulkanik masih turun. Seluruh warga yang berdampak dapat menjalankan langkah berikut. Pertama, gunakan masker penutup hidung dan mulut," ujarnya.
Baca Juga: 301 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau
Selain melindungi saluran pernapasan, masyarakat juga diminta menjaga mata dari paparan abu vulkanik.
Penggunaan kacamata saat beraktivitas di luar ruangan menjadi salah satu langkah yang dianjurkan pemerintah.
"Yang kedua, lindungi mata dengan kacamata, melindungi saat beraktivitas di luar ruangan, menutup pintu dan jendela, tutup rapat tempat penampungan air bersih, kemudian minum air putih yang cukup, serta cuci tangan dan wajah setelah beraktivitas. Warga yang membutuhkan bantuan dapat langsung menghubungi layanan darurat," ucap dia.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondisi lingkungan rumah selama abu vulkanik masih berpotensi turun.
Pintu dan jendela disarankan tetap tertutup, sementara tempat penampungan air bersih perlu ditutup rapat agar tidak terkontaminasi abu.
Baca Juga: Abu Anak Krakatau Hujani Jakarta, Pramono Anung Minta Warga Lakukan 5M
Qodari turut meminta masyarakat mencukupi kebutuhan air minum serta membersihkan tangan dan wajah setelah melakukan aktivitas.
Warga yang membutuhkan pertolongan juga diminta segera memanfaatkan layanan darurat yang tersedia.
Di tengah situasi tersebut, pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumbernya.
Informasi mengenai perkembangan Gunung Anak Krakatau sebaiknya diperoleh melalui kanal resmi pemerintah dan lembaga berwenang.
"Kami ulangi, Bakom mengimbau masyarakat merujuk hanya pada informasi resmi pemerintah dan tidak meneruskan kabar-kabar seperti potensi tsunami yang tidak berasal dari sumber resmi," pungkasnya.
Baca Juga: LRT Beroperasi Normal Meski Abu Vulkanik Anak Krakatau Guyur Jabodetabek