JawaPos.com - Bandara Internasional Soekarno-Hatta masih menutup operasional penerbangan hingga Minggu (6/9) siang akibat potensi sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Meski penutupan awalnya dijadwalkan berakhir pukul 09.30 WIB, hingga pukul 13.30 WIB operasional belum kembali dibuka dan ada kemungkinan penutupan diperpanjang.
Asisten Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, membenarkan bahwa bandara masih belum beroperasi kembali ketika dikonfirmasi mengenai perkembangan penutupan.
"Belum (beroperasi-Red)," kata Yudistiawan, Minggu siang saat dikonfirmasi JawaPos.com.
Saat ditanya apakah penutupan masih berlangsung, Yudistiawan kembali memastikan kondisi tersebut.
"Masih," ujarnya.
Yudistiawan juga menyebut ada kemungkinan penutupan operasional diperpanjang.
"Kemungkinan diperpanjang," kata dia.
Kondisi tersebut membuat penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari maupun menuju Bandara Soekarno-Hatta perlu memastikan kembali status penerbangannya sebelum berangkat ke bandara. Kepastian mengenai pembukaan kembali operasional masih menunggu perkembangan kondisi abu vulkanik serta pertimbangan keselamatan penerbangan.
Penutupan Awalnya Berlaku hingga 09.30 WIB
Sebelumnya, berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26, operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebelumnya ditutup sementara pada Minggu, 6 September 2026, mulai pukul 01.30 WIB hingga 09.30 WIB.
Penutupan dilakukan sebagai langkah mitigasi menyusul potensi sebaran abu vulkanik atau volcanic ash dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Namun, setelah batas waktu penutupan awal terlewati, operasional belum dapat kembali dibuka. Manajemen bandara masih berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menentukan langkah berikutnya.
Pemulihan operasional nantinya akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan perkembangan kondisi abu vulkanik dan aspek keselamatan penerbangan.
209 Penerbangan Soekarno-Hatta Dibatalkan
Dampak penutupan sudah terasa pada jadwal penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta. Untuk periode pukul 01.30 WIB hingga 09.30 WIB, tercatat 209 pergerakan pesawat yang dijadwalkan dibatalkan.
Rinciannya terdiri dari 160 penerbangan domestik, 39 penerbangan internasional, dan 10 penerbangan kargo.
Apabila penutupan diperpanjang, jumlah penerbangan yang terdampak berpotensi bertambah. Karena itu, maskapai perlu melakukan penyesuaian jadwal sekaligus menangani penumpang yang terdampak perubahan operasional.
Penumpang Terdampak Mendapat Layanan Pemulihan
Untuk membantu penumpang selama operasional penerbangan ditutup, Bandara Soekarno-Hatta telah mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA).
Layanan tersebut mencakup penyediaan makanan dan minuman ringan bagi penumpang terdampak. Bandara juga menyiapkan bus di setiap terminal untuk mendukung mobilitas penumpang menuju hotel melalui koordinasi dengan maskapai.
Sejumlah fasilitas pendukung lainnya turut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan penumpang. Posko di Terminal 1B juga telah dibuka guna memudahkan koordinasi dan penanganan kondisi operasional di lapangan.
Sementara itu, manajemen bandara telah berkoordinasi dengan tenant di terminal agar layanan komersial tetap dapat berjalan selama 24 jam. Dengan demikian, kebutuhan dasar penumpang masih dapat dilayani selama masa penutupan.
Penumpang Diminta Jangan Langsung ke Bandara
Belum adanya kepastian waktu pembukaan kembali membuat penumpang diminta lebih dulu memeriksa status penerbangannya.
Manajemen Bandara Soekarno-Hatta mengimbau seluruh pengguna jasa untuk mengecek kembali jadwal dan status penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum menuju bandara.
Baca Juga: 6 Gunung Api Erupsi Nyaris Serentak, PVMBG Ungkap Penyebanya
Untuk informasi kebandarudaraan dan bantuan lebih lanjut, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports 172.
Penutupan sementara ini dilakukan dengan mengutamakan keselamatan penerbangan. Keputusan mengenai pembukaan kembali Bandara Soekarno-Hatta akan mempertimbangkan kondisi terbaru abu vulkanik serta hasil koordinasi dengan stakeholder terkait.