JawaPos.com - PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports mencatat 36 penerbangan terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Corporate Secretary Group Head InJourney, Arie Ahsanurrohim, mengatakan penerbangan terdampak berasal dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dan Bandara Radin Inten II Lampung.
"Total terdapat 33 penerbangan terdampak di Bandara Soekarno-Hatta," ujar Arie dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu (6/9).
Arie menjelaskan pembatalan, penundaan, dan pengalihan bandara terjadi setelah penutupan sementara (Aerodrome Closed) Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 01.30 - 05.30 WIB.
Penutupan itu merujuk pada NOTAM A3341/26, sebagai tindak lanjut hasil paper test yang menunjukkan adanya indikasi sebaran abu vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta.
"Di rute internasional terdapat 16 pembatalan, 7 penundaan, dan 5 penjadwalan kembali. Sementara pada rute domestik terdapat 4 pembatalan dan 1 dialihkan ke bandara lain," ujarnya.
Arie menyebut selain di Bandara Soekarno-Hatta, InJourney juga menetapkan status Aerodrome Closed karena indikasi sebaran abu vulkanik di Bandara Radin Inten II Lampung pada pukul 07.00 - 08.00 WIB.
Menyusul kondisi terkini, InJourney Airports mengaktifkan prosedur penanganan penumpang terdampak melalui Service Recovery Activation (SRA) di Bandara Soekarno-Hatta.
Termasuk dalam SRA ini adalah penyediaan makanan dan minuman ringan bagi penumpang terdampak, serta bus untuk mengantar penumpang ke hotel melalui koordinasi maskapai. Penyiapan beberapa area khusus di terminal juga disediakan untuk penumpang terdampak.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Level Siaga, ASDP Sebut Penyeberangan Merak–Bakauheni Tetap Beroperasi
"Di bandara-bandara lainnya, SRA juga dijalankan bagi penumpang yang terdampak efek berantai dari status Aerodrome Closed di Bandara Soekarno-Hatta dan Radin Inten II Lampung," ungkapnya. (*)