← Beranda
Tak Ada Gempa dan Petir Landai, Stasiun Geofisika Bandung Pastikan Cuaca Cerah saat Dentuman
Syahrul YunizarMinggu, 6 September 2026 | 01.20 WIB
Tangkapan layar kondisi Gunung Anak Krakatau dalam pantauan CCTV Lava93 milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, KESDM. (Dok PVMBG)

 

JawaPos.com - Stasiun Geofisika Bandung memastikan tindak ada gempa bumi saat dentuman keras terdengar kemarin malam (4/9). Kecuali di sekitar Gunung Anak Krakatau, aktivitas petir pun landai-landai saja. Cuaca Bandung tadi malam cerah.

Menurut Kepala Stasiun Geofisika Bandung Suaidi Ahadi, suara dentuman yang dilaporkan oleh masyarakat tidak menunjukkan indikasi gempa bumi di wilayah Bandung Raya. Juga tidak terkait dengan aktivitas petir lokal yang terpantau tidak signifikan.

”Kondisi cuaca di Jawa Barat dan Bandung Raya secara umum cerah,” kata dia dalam keterangannya pada Sabtu (5/9).

Suaidi juga memastikan tidak terjadi fenomena apa pun yang dapat dikaitkan secara langsung dengan suara dentuman keras tersebut. Berdasar data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), aktivitas malam itu memang intens di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Data tersebut bersesuaian dengan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menyatakan bahwa Gunung Anak Krakatau erupsi tadi malam. Erupsi tersebut berlangsung berjam-jam disertai suara dentuman yang terdengar keras.

”BMKG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan, petir, magnet bumi, dan kondisi atmosfer. Serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memperoleh informasi yang lebih komprehensif,” jelasnya.

Berdasar penjelasan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Rita Susilawati, saat erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi, turut keluar energi akustik yang sangat tinggi. Energi akustik dari dentuman erupsi tersebut kemudian merambat dan jangkauannya mencapai ratusan kilometer.

”Ketika terjadi pelepasan energi akustiknya itu bisa sangat besar, dan energi akustik inilah yang bisa merambat hingga ratusan kilometer,” kata dia dalam konferensi pers hari ini.

Karena itu, dentuman keras terdengar di daerah yang jauh dari Gunung Anak Krakatau seperti Bandung dan sekitarnya. Bahkan, PVMBG mendapat laporan suara dentuman keras juga terdengar di beberapa titik di wilayah Pantai Utara Jawa atau Pantura.

”Untuk penyebabnya tadi seperti kami sampaikan, kami memang menduga suara yang tadi karena berhubungan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi tadi malam, dugaan kuatnya memang itu,” kata dia.

EDITOR: Estu Suryowati