JawaPos.com - Misteri dentuman misterius di langit Bandung, Jawa Barat (Jabar) menemukan titik terang. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa sumber suara tersebut adalah erupsi Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda.
Kepala Badan Geologi Lana Saria menyampaikan hal itu dalam keterangan resminya pada Sabtu (5/9). Dia menyampaikan bahwa erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 23.07 WIB sampai Sabtu (5/9) pagi.
Menurut Lana, seri erupsi tipe strombolian yang menghasilkan lontaran batu pijar dan abu vulkanik masih terus berlangsung sampai pukul 04.40 WIB Sabtu (5/9) pagi tadi. Erupsi tersebut disertai dengan gemuruh kencang yang terdengar dari Pos Pantau Gunung Anak Krakatau.
”Suara dentuman dan getaran yang dilaporkan masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat, Banten, dan Lampung diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung pada waktu bersamaan,” kata Lana.
Menurut dia, erupsi menerus dalam durasi beberapa jam yang berasosiasi dengan erupsi lava air mancur adalah fenomena umum yang sering terjadi. Berdasar hasil evaluasi hingga saat ini, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali pascaerupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil.
”Tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami. Meskipun demikian, perkembangan aktivitas dan perubahan morfologinya tetap dipantau secara intensif,” ujaranya.
Sumber Dentuman Sempat Dicari Tahu oleh BMKG
Saat dikonfirmasi Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menyampaikan bahwa sejauh ini instansinya masih mendalami dentuman misterius tersebut. Yang pasti, dentuman itu tidak menunjukkan indikasi terjadinya gempa bumi maupun aktivitas petir.
”Kita masih dalami juga, suara dentuman yang dilaporkan tersebut tidak menunjukkan indikasi sebagai kejadian gempa bumi maupun aktivitas petir,” imbuhnya.
Berdasar hasil monitoring yang dilakukan oleh BMKG sejauh ini, Wijayanto menyampaikan bahwa tidak tampak aktivitas gempa bumi selamaperiode pukul 00.00 WIB-00.05 WIB pada tengah malam tadi di wilayah Bandung dan daerah sekitarnya.
”Data pemantauan Lightning Detector BMKG, tercatat adanya aktivitas petir namun intensitasnya rendah dan tidak menunjukkan aktivitas yang signifikan seperti yang dilaporkan masyarakat,” jelasnya.
Untuk memastikan asal-usul dan sumber suara dentuman misterius itu, BMKG masih melakukan kajian. Termasuk mencari tahu ada tidaknya fenomena alam lain yang bisa saja menyebabkan munculnya suara dentuman keras sebagaimana dilaporkan oleh masyarakat.
Buat Heboh Warga Bandung dan Sekitarnya
Dentuman keras tengah malam tadi membuat heboh warga Bandung, Jawa Barat (Jabar). Melalui akun media sosial (medsos), beberapa warga mengutarakan kekhawatiran atas munculnya suara misterius tersebut. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BKMG) memberi penjelasan.
Kekhawatiran warga Bandung atas dentuman itu salah satunya diutarakan oleh pemilik akun medsos Threads @alfiir. Dalam unggahannya yang dilihat pada Sabtu pagi (5/9), dia membagikan rekaman video berdurasi singkat dengan beberapa keterangan.
”Sedikit mencekam Bandung, stay safe aah. Angin gede pisan (besar sekali), ditambah suara dentuman teu ereun (tidak berhenti). Semoga nggak ada apa-apa,” ungkap dia.
Selain @alfiir, pemilik akun medsos Threads lainnya @willyhimawan_art juga mempertanyakan dentuman misterius yang terdengar sangat keras di Bandung. Dia bahkan menyebut dentuman itu terdengar nyaris 2 jam dan menyebut ada banyak warga mendengar suara misterius yang sama.
”Ada yang mendengar dentuman misterius di Bandung Raya malam ini? Sekitar tengah malam, suara rendah seperti: DUG…DUG… DUG… terdengar berulang selama hampir 2 jam,” tulisnya.