JawaPos.com - Kementerian Haji dan Umrah memastikan tahapan Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1448 H/2027 M tetap berlangsung sesuai rencana. Saat ini, proses verifikasi administrasi terhadap peserta masih dilakukan untuk memastikan seluruh dokumen memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengatakan verifikasi dilakukan secara teliti untuk menentukan peserta yang memenuhi persyaratan sekaligus masuk dalam kuota 3N. Peserta yang dinyatakan memenuhi ketentuan tersebut nantinya berhak mengikuti Computer Assisted Test (CAT).
“Proses verifikasi tetap kami lakukan secara cermat. Peserta yang memenuhi persyaratan dan masuk dalam kuota 3N akan disertakan dalam CAT sesuai gelombang pelaksanaannya,” kata Puji dalam keterangannya, Jumat (4/9).
Puji memastikan, pelaksanaan CAT Gelombang I tetap berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026. Pelaksanaan tersebut dilakukan sesuai jadwal yang sebelumnya telah ditetapkan.
Di sisi lain, verifikasi terhadap peserta yang belum masuk dalam pelaksanaan gelombang pertama masih terus berjalan. Mereka yang nantinya dinyatakan memenuhi persyaratan dan masuk dalam kuota 3N akan diikutsertakan dalam CAT Gelombang II.
“CAT tetap dilaksanakan dalam dua gelombang. Jadi, peserta yang belum masuk Gelombang I tidak perlu khawatir apabila proses verifikasinya masih berlangsung. Setelah proses verifikasi selesai, peserta yang memenuhi ketentuan akan disertakan dalam Gelombang II,” jelas Puji.
Sementara, CAT Gelombang II dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026. Namun, pelaksanaannya tetap menyesuaikan dengan ketersediaan jadwal dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Terpisah, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat untuk menjadi PPIH tahun 2027 cukup tinggi. Bahkan, jumlah pendaftar seleksi petugas haji telah mencapai 75.000 orang.
Ia menyebut, tingginya animo masyarakat salah satunya dipengaruhi oleh perubahan dalam mekanisme rekrutmen PPIH yang diterapkan pemerintah pada tahun ini.
Salah satu pembaruan yang dilakukan adalah menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam pelaksanaan proses seleksi. Melalui mekanisme tersebut, peserta tidak lagi diwajibkan datang ke Jakarta untuk mengikuti tahapan ujian.
Seleksi dapat dilaksanakan di daerah masing-masing dengan memanfaatkan fasilitas yang bekerja sama dengan BKN. Kebijakan ini dinilai memberikan kemudahan sekaligus memperluas kesempatan bagi masyarakat dari berbagai wilayah untuk mengikuti seleksi.
“Banyak perubahan drastis dalam rekrutmennya. Jadi di setiap daerah, kalau dulu itu tesnya harus ke Jakarta. Tahun ini semuanya bisa di daerah masing-masing, bekerja sama dengan BKN,” ucap Dahnil saat menghadiri Tanwir IMM di Asrama Haji Banten, Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu (3/9).
Meski jumlah peminat mencapai puluhan ribu, kuota petugas yang nantinya dinyatakan lolos seleksi jauh lebih terbatas. Dari seluruh peserta yang mendaftar, jumlah petugas yang akan diterima diperkirakan kurang dari 1.000 orang.
Baca Juga: Seleksi Petugas Haji 1448 H Dibuka, Pendaftaran Mulai 25 Agustus 2026
Karena itu, proses seleksi PPIH tahun ini dipastikan berlangsung kompetitif. Pemerintah akan melakukan penyaringan secara ketat untuk memperoleh calon petugas yang memenuhi persyaratan dan kualifikasi yang telah ditentukan.
"Kerja sama dengan BKN juga menjadi bagian dari pembenahan sistem rekrutmen agar proses seleksi dapat berlangsung lebih transparan dan menjangkau calon petugas dari berbagai daerah,” pungkasnya.