JawaPos.com - Berdasar data pada Selasa (1/9), kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi sudah membakar 1.776,56 hektare. Untuk memadamkan api yang masih menyala, pemerintah mengoptimalkan peran satuan tugas (satgas) darat.
Merujuk data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), beberapa daerah terdampak karhutla di Jambi terdiri atas Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tanjab Timur, dan Kabupaten Batanghari. Fokus saat ini menangani 7 titik api pada luasan lahan 13 hektare.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memastikan, Pemerintah Pusat membantu pemerintah daerah (pemda) untuk memperkuat penanganan karhutla. Apalagi Jambi termasuk salah satu di antara 6 provinsi prioritas. Dia mematikan, optimalisasi satgas darat akan dilakukan.
”Memang kesimpulannya, dari sejumlah analisa dari lapangan, Satgas Darat ini harus maksimal. Sehingga kami akan siapkan dukungan keuangan ya,” kata Suharyanto dalam keterangan resmi dikutip pada Kamis (3/9).
Keterangan itu disampaikan oleh Suharyanto usai memimpin rapat koordinasi teknis penanganan karhutla di Provinsi Jambi yang berlangsung di ruang rapat Bandara Sultan Thaha Saifuddin, Kota Jambi, pada Rabu (2/9). Dalam rapat tersebut, dia menjelaskan sejumlah skema dukungan yang akan diberikan oleh BNPB.
Salah satunya berupa bantuan keuangan melalui pemberian uang semangat bagi petugas gabungan yang terlibat dalam penanganan karhutla, meliputi personel TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, relawan, hingga masyarakat yang turut membantu.
Menurut Suharyanto, dukungan tersebut merupakan bagian dari strategi yang diperlukan untuk semakin memperkuat kinerja satgas darat dalam penanganan karhutla. Saat ini terdapat 5.984 personel untuk pemadaman dan pendinginan di Jambi.
”Berdasarkan analisa operasi-operasi yang telah dilaksanakan, satgas darat ini memang cara paling efektif dalam pemadaman. Sehingga penguatan satgas darat perlu dilakukan untuk mendukung operasi pemadaman,” imbuhnya.
Namun demikian, BNPB juga terus mengoptimalkan dukungan terhadap satgas udara melalui pengerahan helikopter patroli udara sebanyak 2 unit, 4 unit helikopter water bombing , dan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang hingga kini masih berlangsung.
Suharyanto menginstruksikan agar pelaksanaan OMC tetap dilakukan meskipun potensi pertumbuhan awan hujan relatif kecil. Upaya tersebut dinilai penting sebagai langkah antisipasi untuk meningkatkan keamanan wilayah dari potensi terjadinya karhutla.