JawaPos.com - Korupsi merupakan masalah utama yang terjadi di bangsa ini. Pemerintahan Prabowo Subianto diminta segera menuntaskannya.
Desakan cerminan masalah utama bangsa ini adalah korupsi tercermin dari hasil survei terbaru Media Survei Nasional (Median). Direktur Eksekutif Median Rico Marbun mengatakan, 27,1 persen responden menilai praktik korupsi yang terjadi di pemerintahan menjadi masalah prioritas yang harus segera diselesaikan.
"Masalah prioritas yang harus diselesaikan pemerintah Prabowo, korupsi yang banyak terjadi di pemerintahan Prabowo 27,1 persen," kata Rico dalam pemaparan hasil survei di kawasan Cikini, Jakarta, Senin (31/8).
Menurut Rico, persepsi tersebut tidak terlepas dari sejumlah kasus korupsi yang terungkap dalam beberapa waktu terakhir. Kasus-kasus itu dinilai turut memengaruhi penilaian masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Prabowo.
Rico menilai persoalan korupsi menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian pemerintah. Karena, tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga dapat berdampak terhadap tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah dan elektabilitas ketua umum Partai Gerindra itu.
Selain korupsi, persoalan ekonomi juga menjadi perhatian masyarakat. Sebanyak 12 persen responden menilai penurunan kondisi ekonomi sebagai persoalan yang harus segera ditangani pemerintah.
Baca Juga: KPK Siapkan 303 Saksi untuk Buktikan Yaqut Qoumas Korupsi Kuota Haji
Masalah lapangan kerja berada di urutan berikutnya. Sebanyak 10 persen responden menyebut persoalan pekerjaan sebagai masalah prioritas yang perlu segera mendapatkan perhatian pemerintah.
Sementara itu, kemiskinan juga masuk dalam daftar persoalan yang dinilai publik perlu segera ditangani pemerintah.
Untuk diketahui, survei Median dilakukan secara tatap muka (face-to-face interview) pada 21 Juli-2 Agustus 2026. Populasi survei adalah seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih.
Baca Juga: Sita Uang Rp 401,6 Miliar dari PT CNI, Jampidsus Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Tata Kelola Nikel
Target sampel sebanyak 1.212 responden, dengan margin of error (MoE) ±2,76 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel dipilih secara acak menggunakan metode multistage random sampling.
Distribusi sampel dilakukan secara proporsional berdasarkan populasi provinsi dan gender. Untuk memastikan kualitas data, Median juga melakukan quality control terhadap 20 persen sampel.
Median menyatakan hasil survei tersebut menggambarkan dinamika politik yang terjadi selama periode pengambilan data, yakni 21 Juli hingga 2 Agustus 2026.