JawaPos.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menjelaskan, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membutuhkan langkah menyeluruh. Pernyataan itu disampaikan Raja Juli saat meninjau langsung penanganan karhutla di wilayah Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Dalam kunjungan tersebut, Raja Juli ditemani Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Plt Gubernur Riau S.F. Hariyanto, dan Pangdam XIX/TT Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo turun langsung melihat penanganan di lapangan.
Menurutnya, upaya pemerintah tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga harus memperhatikan dampak yang muncul terhadap masyarakat, termasuk dari sisi sosial dan kesehatan.
“Jadi memang penanganan Karhutla ini harus komprehensif. Di front line tentu adalah proses pemadaman yang dilakukan oleh TNI-Polri, Manggala Agni, Kementerian Kehutanan, BPBD, BNPB. Tapi dampak sosial akibat karhutla itu juga diatasi,” kata Raja Juli, Minggu (30/8).
Baca Juga: Guru Besar IPB Ungkap Penerapan Strict Liability dalam Karhutla
Berbagai bentuk layanan disiapkan untuk membantu warga yang terdampak. Salah satunya melalui layanan kesehatan yang digunakan untuk memantau kondisi masyarakat selama terjadi Karhutla.
Selain itu, pemerintah juga memberikan pendampingan psikologis bagi anak-anak yang mengalami trauma akibat kejadian tersebut. Fasilitas khusus untuk kebutuhan oksigen turut disediakan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Ada klinik kesehatan, ngecek kesehatan masyarakat, ada juga tadi ada trauma healing bagi adik-adik yang mungkin proses trauma dengan kejadian ini. Tadi juga ada klinik khusus untuk pemberian oksigen,” tegasnya.
Ia menekankan, pola penanganan seperti itu menunjukkan bahwa persoalan karhutla tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengerahkan personel untuk memadamkan api. Dampak yang dirasakan warga juga harus menjadi bagian dari penanganan secara bersamaan.
Ia pun menilai, Riau dapat menjadi contoh dalam penerapan penanganan Karhutla yang melibatkan banyak pihak. Pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga penanggulangan bencana, hingga petugas pemadam kebakaran hutan bekerja secara bersama-sama.
“Jadi sekali lagi, Riau saya kira menjadi contoh yang baik ya, bahwa tidak hanya pemadamannya, tetapi juga dampak sosial kesehatan juga ditangani,” ujarnya.
Raja Juli juga menyoroti upaya pemulihan kawasan yang dilakukan secara paralel dengan proses pemadaman. Ia menyebut kegiatan penanaman kembali telah berjalan meski sejumlah upaya pemadaman masih dilakukan.
“Alhamdulillah ini juga Riau maju sekali ya. Kita masih pada proses pemadaman, tetapi saat bersamaan sudah diikuti dengan proses penanaman. Saya kira ini bisa dilakukan secara simultan ya,” bebernya.
Baca Juga: Vicky Prasetyo Ajukan Restorative Justice Terkait Kasus Gedung Gladiator
Ia pun mengapresiasi sinergi lintas instansi yang terlibat dalam penanganan karhutla di Riau. Kolaborasi tersebut mencakup TNI-Polri, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, hingga Masyarakat Peduli Api.
Lebih lanjut, Raja Juli menegaskan kerja bersama menjadi faktor penting untuk menghadapi Karhutla. Menurutnya, persoalan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur agar penanganannya dapat dilakukan secara efektif.
“Hanya dengan kolaborasi ini saya kira persoalan Karhutla ini bisa diatasi,” pungkasnya.