← Beranda
Kemenhub Percepat Pemulihan 5 Bandara Terdampak Gempa NTT
Ryandi ZahdomoMinggu, 30 Agustus 2026 | 18.21 WIB
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa memastikan sejumlah bandara terdampak gempa NTT segera diperbaiki. (Kemenhub)

JawaPos.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan upaya pemulihan bandara yang terdampak gempa Nusa tenggara Timur (NTT) akan dipercepat.

Dirjen Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, turun langsung meninjau sejumlah bandara terdampak pada Sabtu (29/8) guna mempercepat proses pemulihan fasilitas penerbangan.

Ada lima bandara yang jadi perhatian. Yakni Bandara Komodo, Bandara Fransiskus Xaverius Seda Maumere, Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende, Bandara Soa Bajawa, hingga Bandara Frans Sales Lega Ruteng.

Salah satu lokasi yang mendapatkan perhatian ekstra dalam peninjauan ini adalah Bandar Udara Soa Bajawa.

Baca Juga: Percepat Pemulihan Pascabencana, PNRE Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Bumi di NTT

Berdasarkan hasil pengamatan di lokasi, percepatan perbaikan struktur bangunan terminal penumpang serta fasilitas penunjang operasional penerbangan menjadi prioritas utama.

"Dengan adanya musibah ini semoga kita selalu dikuatkan dalam keadaan apapun, semoga kita semua selalu diberi perlindungan agar terus bisa menjalankan aktivitas bandara serta menyampaikan bantuan kepada yang membutuhkan," ungkap Lukman.

Selain memetakan kerusakan, Lukman juga menyerahkan bantuan langsung kepada jajaran personel di wilayah terdampak. 

Langkah ini menjadi wujud dukungan moral bagi para pegawai yang tetap bersiaga menjalankan tugas pelayanan penerbangan di tengah situasi darurat pascabencana.

Jaga Konektivitas dan Keselamatan Penerbangan

Seluruh data teknis hasil peninjauan lapangan akan dijadikan pijakan utama Ditjen Perhubungan Udara untuk menentukan skala prioritas perbaikan fasilitas bandara secara terukur.

Baca Juga: 12 Daerah Terisolasi Pascagempa di NTT, Distribusi Logistik Tempuh Perjalanan Medan Berat

"Kita ingin memastikan setiap kebutuhan di lapangan teridentifikasi dengan baik. Selanjutnya akan kita tindak lanjuti sesuai tingkat kerusakan dan kebutuhan, agar fasilitas bandar udara dapat segera dipulihkan dan mendukung kembali aktivitas masyarakat serta konektivitas di wilayah NTT," tegas Lukman.

Saat ini, Ditjen Hubud terus berkoordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan terkait.

Penanganan dan percepatan pemulihan seluruh elemen bandara terdampak akan tetap memprioritaskan standar keselamatan serta keamanan penerbangan nasional.

 

EDITOR: Bayu Putra