JawaPos.com - Aparat kepolisian berjanji mengusut penyebab tewasnya Bambang Setiawan. Warga Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus), itu sempat hilang dan dicari oleh istrinya pada Kamis malam (27/8).
Berdasar keterangan dari Polda Metro Jaya, Bambang dievakuasi dari lokasi kerusuhan jelang tengah malam. Saat itu, petugas kesehatan dari pihak kepolisian mengevakuasi korban dalam keadaan pingsan ke Rumah Sakit (RS) Mintohardjo.
Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan. Jenazah Bambang kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati di Jakarta Timur (Jaktim) dan diserahkan kepada pihak keluarga pada Jumat (28/8).
”Kemudian tadi yang (korban) meninggal dunia, kami sedang melakukan penyelidikan dan mengumpulkan fakta-fakta hukum yang ada di lapangan yang kami peroleh,” terang Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam konferensi pers tadi malam.
Iman menekankan bahwa dalam proses penegakan hukum, pihaknya mengutamakan keselamatan masyarakat, keselamatan jiwa, harta benda, kemudian penghormatan atas Hak Asasi Manusia (HAM).
”Kami lebih mengedepankan imbauan dan humanisme terhadap siapa pun, termasuk terhadap perusuh,” ujarnya.
Namun demikian, perwira menengah Polri dengan tiga kembang di pundak itu memastikan bahwa penindakan hukum yang tegas tetap dilakukan dengan memperhatikan dan menjunjung tinggi HAM.
”Namun demikian ketika mereka melakukan pengrusakan tentunya kami juga tidak membiarkan dan kami lakukan penindakan hukum,” tegasnya.
Karena itu, Polda Metro Jaya menangkap sebanyak 315 orang dalam kerusuhan di Pejompongan. Dari angka tersebut, 45 orang kini sudah berstatus tersangka kasus pengrusakan dan penganiayaan.
”Dari hasil penyidikan tersebut, berdasarkan alat bukti dan saksi yang kami lakukan pemeriksaan dalam proses penyidikan, saat ini kami sudah menetapkan 45 orang sebagai tersangka,” terang Iman.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa Bambang dievakuasi oleh petugas dari Biddokkes Polda Metro Jaya. Namun, evakuasi sempat terkendala karena eskalasi di lokasi kerusuhan. Sehingga petugas menunggu sampai situasi benar-benar aman.
”Sehingga pada saat lokasi itu sudah diamankan, Biddokkes Polda Metro Jaya mengevakuasi seseorang laki-laki yang dalam kondisi pingsan,” terang Budi.
Sayangnya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan meski dibawa dari lokasi kerusuhan ke rumah sakit terdekat yang berada di Kawasan Bendungan Hilir (Benhil). Petugas medis di RS Mintohardjo menyatakan bahwa korban yang dievakuasi dalam keadaan pingsan, meninggal dunia.
”Pada saat penanganan di rumah sakit, yang bersangkutan meninggal dunia,” ucap Budi.
Untuk itu, jenazah korban dibawa ke RS Kramat Jati. Polda Metro Jaya ikut berduka cita atas berpulangnya korban. Namun, sejauh ini penyidik meminta keterangan lebih lanjut dari pihak keluarga. Sebab, keluarga menolak jenazah korban untuk di otopsi meski polisi sudah jelaskan bahwa proses tersebut perlu dilakukan demi mengungkap penyebab kematian korban.
Baca Juga: Terungkap, Massa Terlibat Kerusuhan di Pejompongan Sejak Tadi Malam Bukan Warga Jakarta
”Kami menyampaikan rasa bela sungkawa yang mendalam terhadap satu warga yang berpulang,” kata dia.