JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah terus melakukan pembenahan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga kini, program tersebut disebut telah menjangkau lebih dari 62 juta penerima manfaat.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo ketika menghadiri Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8).
Menurut Prabowo, MBG merupakan program berskala besar sehingga dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai tantangan. Pemerintah pun terus melakukan evaluasi untuk mengatasi sejumlah kekurangan agar pelaksanaan program semakin optimal.
Baca Juga: Ramalan Kesehatan Zodiak Libra Jumat, 28 Agustus 2026: Jaga Pernapasan dan Waktu Istirahat
“MBG adalah program yang besar. Tantangannya banyak. Kekurangannya masih banyak. Tapi kita akan selesaikan semua kekurangan tersebut,” ujar Prabowo.
Prabowo menekankan, pembenahan program tidak hanya berkaitan dengan teknis pelaksanaan. Hal yang paling utama, kata dia, adalah memastikan manfaat MBG benar-benar diterima oleh masyarakat yang menjadi sasaran.
Kelompok penerima manfaat yang menjadi perhatian pemerintah antara lain anak-anak, ibu hamil, serta masyarakat lanjut usia. Pemerintah, lanjut Prabowo, memiliki komitmen untuk memastikan kelompok tersebut memperoleh manfaat program secara menyeluruh.
“Karena yang penting adalah manfaat harus diterima oleh semua anak-anak kita. Dan semua ibu-ibu hamil, dan semua orang tua lanjut usia. Itu tekad kita,” tegasnya.
Baca Juga: Ramalan Keuangan Zodiak Libra Jumat, 28 Agustus 2026: Tunda Investasi dan Perkuat Tabungan
Ia menambahkan, keberlanjutan program MBG merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, berbagai evaluasi dan penyempurnaan akan terus dilakukan agar program dapat berjalan sesuai tujuan.
Prabowo juga menyampaikan bahwa pemerintah berupaya menyediakan anggaran untuk program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama kelompok yang berada dalam kondisi ekonomi paling rentan.
“Dari penghematan-penghematan kita, sudah ratusan triliun yang bisa kita hemat. Uang itulah yang kita gunakan untuk sebesar-besarnya membantu rakyat yang paling miskin, yang paling tidak berdaya,” pungkasnya.