← Beranda
Kakorlantas Polri Ajak 5.350 Ojol se-Jabodetabek Jadi Agen Keselamatan Berlalu Lintas
Syahrul YunizarJumat, 28 Agustus 2026 | 01.25 WIB
Kakorlantas Polri mengajak ojol se-Jabodetabek menjadi agen keselamatan berlalu lintas. (Korlantas Polri)

 

JawaPos.com - Pengemudi ojek online (ojol) se-Jabodetabek diajak menjadi agen keselamatan berlalu lintas oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol Wibowo. Dorongan itu disampaikan di hadapan 5.350 ojol dalam acara Gebyar Keselamatan Lalu Lintas di Indonesia Safety Driving Center (ISDC), Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (27/8).

Dalam kegiatan tersebut, ribuan ojol tersebut mendapatkan edukasi mengenai keselamatan berlalu lintas, mengikuti pelatihan, dan terlibat dalam lomba safety riding. Salah satu materi yang diberikan adalah Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Pelatihan itu bertujuan membekali ojol dengan pengetahuan dasar saat memberikan pertolongan ketika terjadi kecelakaan lalu lintas.

Materi yang diberikan mencakup pentingnya penggunaan perlengkapan keselamatan, penerapan perilaku berkendara yang aman, serta kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. Menurut Wibowo, ojol harus menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Dia menilai, peran ojol di tengah masyarakat sangat penting.

”Peran pengemudi ojol hari ini tidak hanya sebagai penyedia jasa transportasi, juga sebagai wajah ke depan dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas,” kata Wibowo.

Baca Juga: Warga AS Divonis 2 Tahun Penjara, Terbukti Terlibat Kasus Korupsi Satelit Kemhan

Jenderal bintang dua Polri itu mengajak seluruh ojol menjadi contoh bagi pengguna jalan lainnya. Utamanya dalam urusan disiplin, etika berkendara, serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Karena itu, dia tidak pernah bosan mendorong para ojol menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.

”Menjadi contoh dalam disiplin, etika berkendara, serta kepatuhan terhadap seluruh aturan lalu lintas,” imbuhnya.

Menurut Wibowo, semangat kemitraan antara kepolisian dengan ojol sejalan dengan program Polantas Karib. Program tersebut mengedepankan pendekatan kepolisian yang aktif, responsif, intuitif, dan berintegritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

”Semangat kemitraan itu sangat sejalan dengan program Polantas Karib. Polantas yang ingin selalu membangun kemitraan aktif, responsif, intuitif, dan juga berintegritas dalam melayani masyarakat,” beber dia.

Kepada seluruh ojol yang terlibat dalam acara Gebyar Keselamatan Lalu Lintas, Wibowo menekankan bahwa kegiatan tersebut adalah momentum untuk memperkuat komitmen bersama. Dia menyebut, budaya keselamatan harus dimulai dari kebiasaan sederhana dan tidak menganggap remeh keselamatan di jalan.

”Melalui kegiatan-kegiatan keselamatan lalu lintas ini, mari sama-sama kita jadikan momentum untuk memperkuat komitmen bersama. Mari kita mulai dari hal-hal yang sederhana dan hal yang paling penting, dengan tidak pernah menganggap remeh aspek keselamatan,” ajaknya.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan