JawaPos.com – Seorang mitra mengadukan kepala dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang disebut tidak pernah berada di lokasi kerja selama lebih dari sebulan.
Hal tersebut terungkap setelah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) membuka surat pengaduan mitra melalui PO BOX 1708, Senin (24/8).
"Ini adalah pengaduan dari mitra. Jadi mitra mengadukan, saya nggak sebutkan mitranya siapa, mengadukan bahwa kepala dapurnya sejak tanggal 16 Juni itu tidak pernah berada di dapur. Tidak pernah berada di tempat, sampai dengan tanggal 20 Juli," kata Sudaryono dalam video unggahan instagram @sudaru_sudaryono, Rabu (26/8).
Sudaryono mengatakan, jika nantinya Kepala SPPG tersebut terbukti berdasarkan hasil investigasi BGN, dirinya tak segan untuk mencopot dan melakukan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).
"Menurut aturan ASN, karena kepala dapur ini adalah ASN PPPK, maka aturannya adalah manakala ASN tidak berada di tempat tanpa alasan selama lebih dari 10 hari berturut-turut maka ancamannya adalah PTDH, pemberhentian dengan tidak hormat," lanjutnya.
Baca Juga: Sopir Bongkar Praktik Pengiriman Ayam Beku untuk MBG 4 Jam Tanpa Pendingin via PO BOX BGN
Sebelumnya, BGN juga menerima laporan mengenai dugaan distribusi bahan baku yang berpotensi memengaruhi keamanan pangan.
Laporan tersebut berasal dari seorang sopir atau kurir yang membawa ayam dari kabupaten yang berjarak sekitar tiga hingga empat jam dari lokasi dapur.
Ayam tersebut disebut telah dalam kondisi beku ketika dibeli, kemudian dibawa menggunakan mobil boks biasa tanpa pendingin.
"Kemudian dikirim ke dapurnya itu jaraknya 4 jam dari tempat pembelian dan mobil sopir kurirnya ini mobil box biasa, jadi tidak ada pendinginnya," sambungnya.
Laporan tersebut, kata dia, akan diverifikasi dengan memeriksa kondisi dapur yang bersangkutan. Jika laporan terbukti, BGN akan memberikan teguran dan menurunkan tim untuk melakukan investigasi.
"Nah ini kita periksa. Kita periksa dapurnya benar apa tidak, kalau betul maka kita akan berikan teguran untuk kemudian kita investigasi, kita turunkan tim ke sana ya," ujarnya.
Sudaryono menegaskan, kanal pengaduan tersebut ditujukan untuk memperbaiki pelaksanaan program MBG di seluruh Indonesia. Masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui PO BOX, email, maupun surat langsung kepada BGN.
"Jadi ini pengaduan-pengaduan ini semua tujuannya adalah supaya performa Badan Gizi, performa program MBG itu kemudian terlaksana dengan baik di seluruh Indonesia tanpa ada kendala. Selama dikerjakan pakai hati mestinya nggak ada masalah," tuturnya.
Dia mengakui masih terdapat sejumlah dapur yang perlu diperbaiki meski secara umum BGN menilai sebagian besar dapur telah berjalan dengan baik.
"Saya meyakini dan sesuai dengan data yang kita punya semua dapur hampir semuanya itu berjalan dengan baik, hanya ada beberapa yang memang kurang baik. Nah ini yang kita harus perbaiki," kata Sudaryono.
Dia menegaskan, BGN dapat mengambil tindakan lebih tegas apabila persoalan di dapur tidak kunjung diperbaiki, mulai dari penggantian personel hingga penghentian operasional dapur.
"Manakala tidak bisa diperbaiki orangnya barangkali harus di-cut off, kemudian juga dapurnya harus di-suspend atau ditutup atau bahkan jika memang tidak bisa diperbaiki sama sekali ya dengan sangat terpaksa harus ditutup permanen," ujarnya.
Sudaryono memastikan setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti sesuai prosedur.
"Terima kasih kepada pengirim, saya pastikan pengaduan Anda ini semua insyaallah kita follow up tindak lanjuti sebagaimana mestinya dan kita terus perbaiki kinerja kita," pungkasnya.
Nama Penulis: DIMAS CHOIRUL SHOLEH - dimaschrl@gmail.com
Rubrik/Kanal: Nasional
Tagging: Makan Bergizi Gratis, BGN, Badan Gizi Nasional, Mbg