JawaPos.com - Pimpinan DPR menerima sejumlah masyarakat dari Forum Komunikasi Rakyat Pati, yang memilih menyampaikan aspirasi melalui audiensi pada Senin (24/8).
Mereka tidak turun ke jalan dan menggelar aksi, namun mengajak para legislator dari Senayan datang langsung ke Kabupaten Pati untuk melihat kondisi sesungguhnya.
Kondisi sosial masyarakat di Kabupaten Pati menjadi sorotan utama dalam audiensi tersebut.
Perwakilan masyarakat Pati menilai, saat ini banyak informasi beredar di media sosial yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Baca Juga: Rakyat Pati Temui Pimpinan DPR, Dorong Pengesahan RUU Perampasan Aset hingga Hilirisasi Pertanian
Akibatnya muncul persepsi negatif terhadap Pati yang kemudian berdampak kepada masyarakat.
”Kami nelayan di Kabupaten Pati sangat terasa dampaknya, investor-investor yang akan masuk (ke Pati), semuanya ketakutan akan (kondisi) Kabupaten Pati,” kata Agung, salah seorang nelayan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Rakyat Pati.
Keterangan itu dia sampaikan secara langsung di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara, Komplek DPR, Senayan, Jakarta Pusat (Jakpus).
Pertemuan yang disiarkan melalui kanal YouTube TV Parlemen tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurizal bersama Wakil Ketua DPR Sari Yuliati dan Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade.
”Mohon dari bapak semuanya perwakilan kami (di DPR), minta turun ke lapangan, turun ke Pati, lihat ini Pati. Keadaan Pati yang sebetulnya, cinta damai, ramah, ingin kami kondusif semuanya,” kata dia.
Baca Juga: Rombongan Susulan asal Pati akan Kepung Gedung DPR pada 26 Agustus, Ada Apa?
Menurut Agung, Pati sebagai salah satu daerah penghasil ikan di Jawa Tengah (Jateng) butuh perhatian dari Pemerintah Pusat dan DPR.
Ia mengatakan, belakangan banyak pihak yang mengatasnamakan Pati namun tidak sungguh-sungguh ingin daerah kelahirannya itu kondusif.
”Mohon sekali lagi, ini dari kami kelompok nelayan, minta perhatian jenengan semua, Pemerintah Republik Indonesia. Karena Kabupaten Pati merupakan lumbung perikanan Indonesia. Salah satu basis penyumbang program pemerintah dalam gizi,” ujarnya.
Terhadap segala bentuk dugaan pelanggaran aturan, mereka meminta tindakan tegas dari aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Pati.
Selain itu, mereka mendorong penguatan regulasi terkait konten kreator dan informasi digital serta percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset.
Baca Juga: AMPB Pati Pastikan Demo 27 Agustus Damai, Botok: Kami Mengawal Aspirasi, Bukan Buat Rusuh
Atas aspirasi warga Pati tersebut, Cucun memastikan seluruhnya telah ditampung oleh DPR.
Selanjutnya, pimpinan DPR akan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan masing-masing komisi terkait, salah satunya Komisi III DPR yang memang bermitra dengan aparat keamanan dari Polri.
"Masyarakat Pati menginginkan tadi aspirasinya adalah bagaimana bisa ekonominya maju, ramah terhadap para investor, dan nyaman mereka bisa berusaha di wilayah Pati. Itu usulannya seperti itu,” ucap Cucun.
Menurut Cucun, usulan mereka bagus. Apalagi terkait nasib Pati yang juga salah satu lumbung perikanan Di Jateng.
Dia memastikan, pihaknya juga mempertimbangkan ajakan perwakilan masyarakat tersebut untuk datang langsung ke Pati.
Baca Juga: Massa Pati Demo DPR Pakai Kaos Garuda 'Sakit': Sesuai Kondisi Bangsa
Dia menegaskan, semua aspirasi didengar oleh DPR. ”Semua kan didengar aspirasinya,” ujar Cucun.
Audiensi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa menyampaikan aspirasi tidak harus selalu dilakukan dengan turun ke jalan.
Audiensi dan penyampaian langsung kepada lembaga negara seperti DPR menjadi bagian dari partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi.
”Audiensinya juga ya kami akan terima. Siapa pun yang mau audiensi akan kami terima seperti mereka di sini,” lanjutnya.
Baca Juga: Tiba di Gedung DPR, Warga Pati Buka Posko Menjelang Aksi 27 Agustus