JawaPos.com - Gunung Anak Krakatau di Lampung kembali mengalami erupsi pada Senin pagi. Letusan tersebut memunculkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 250 meter di atas puncak gunung atau mencapai 407 meter di atas permukaan laut.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, mengatakan erupsi terjadi pada pukul 09.41 WIB. Aktivitas vulkanik tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 52 milimeter.
Erupsi berlangsung selama sekitar satu menit 17 detik. Berdasarkan hasil pengamatan, kolom abu yang keluar dari kawah terlihat berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal.
"Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut," kata Lana.
Status Gunung Anak Krakatau Masih Siaga
Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Status Level III atau Siaga. Status tersebut menunjukkan aktivitas vulkanik masih perlu mendapat perhatian dan pemantauan secara ketat.
Dengan kondisi tersebut, Badan Geologi mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk masyarakat dan pengunjung di sekitar kawasan gunung. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya akibat lontaran material vulkanik dari kawah aktif.
Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki diminta tidak mendekati Gunung Anak Krakatau. Mereka juga dilarang melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.
" Tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif," kata Lana.
Nelayan Diminta Waspada
Imbauan kewaspadaan juga ditujukan kepada para nelayan yang beraktivitas di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau. Badan Geologi meminta nelayan mengikuti radius aman yang telah ditetapkan otoritas vulkanologi.
Pembatasan tersebut bertujuan mengurangi risiko yang dapat muncul akibat aktivitas erupsi. Potensi lontaran material vulkanik menjadi salah satu bahaya yang perlu diantisipasi selama aktivitas Gunung Anak Krakatau masih meningkat.
Badan Geologi juga terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Masyarakat di sekitar kawasan diminta mematuhi seluruh rekomendasi dan arahan dari otoritas terkait demi keselamatan.