← Beranda
Prabowo Pimpin Ratas Malam-malam di Hambalang, Bahas Karhutla dan Penanganan Gempa NTT
Muhammad RidwanSenin, 24 Agustus 2026 | 14.24 WIB
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (23/8) malam. (Istimewa)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (23/8) malam. Pertemuan tersebut membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta perkembangan penanggulangan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang hadir dalam rapat tersebut menyebut sejumlah menteri, pimpinan lembaga, serta jajaran petinggi TNI turut mengikuti pertemuan.

“Presiden Prabowo Subianto memanggil beberapa menteri dan pejabat terkait untuk membahas beberapa isu strategis,” kata Teddy melalui unggahan Instagram @sekretariat.kabinet, Minggu (23/8) malam.

Baca Juga: Tren Family Dining Meningkat, Restoran Jepang Perluas Pasar Jakarta

Menurut Teddy, salah satu agenda pembahasan adalah evaluasi pelaksanaan instruksi Presiden terkait penanganan bencana di NTT. Prabowo juga meminta laporan mengenai perkembangan distribusi bantuan pemerintah kepada masyarakat terdampak.

Sejumlah pimpinan TNI yang hadir antara lain Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali, serta Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal M Tonny Harjono.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo turut mengevaluasi tindak lanjut dukungan pemerintah untuk wilayah Kalimantan dan NTT, terutama bantuan yang dikirim melalui jalur udara.

“Pada sesi pertemuan terakhir bersama panglima TNI dan kepala staf angkatan, presiden membahas tindak lanjut instruksi presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,” ujar Teddy.

Baca Juga: Peserta Muktamar NU Wajib Registrasi RFID dan QR Code, Data Tak Valid Dilarang Masuk

Dalam memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menambah 17 pesawat water bombing. Selain itu, sebanyak 1.500 personel tambahan bersama perlengkapan perorangan dikerahkan untuk membantu proses penanganan kebakaran.

Pemerintah juga mengirimkan 200 pompa beserta pipa untuk mendukung upaya pemadaman kebakaran di bawah permukaan lahan gambut. Sementara untuk NTT, dukungan diarahkan pada proses rekonstruksi serta penanganan kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa.

"Serta apresiasi terhadap gerak cepat personel TNI-Polri di berbagai sektor dan wilayah seluruh Indonesia," jelas Teddy.

Penanganan karhutla menjadi perhatian pemerintah setelah kebakaran melanda sejumlah wilayah, terutama di Kalimantan dan Sumatra. Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), luas area yang terdampak karhutla di Indonesia telah mencapai 72.798 hektare.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan, hingga Minggu (23/8), Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan luasan karhutla terbesar, yakni mencapai 38.310 hektare.

Di sisi lain, pemerintah masih menangani dampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Pulau Flores, NTT. Gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,7 terjadi pada Sabtu (15/8) yang sempat memicu peringatan dini tsunami.

Baca Juga: Diminta Kosongkan Gedung oleh TNI, KKMP Sampangan Semarang Mendadak Berhenti Operasi

Aktivitas kegempaan di wilayah tersebut juga masih berlangsung setelah gempa utama. Ribuan gempa susulan tercatat dengan magnitudo yang beragam, dengan gempa terbesar mencapai M 6,0.

Hingga akhir pekan lalu, jumlah gempa susulan tercatat sebanyak 5.688 kali. Khusus pada Minggu (23/8), sedikitnya 130 gempa susulan kembali terjadi.

EDITOR: Bintang Pradewo