← Beranda
Seskab Teddy Sulap Ruang Kerja Bak Bioskop, Anggaran Dipertanyakan
Muhammad RidwanSenin, 17 Agustus 2026 | 22.23 WIB
Ruang kerja Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya disulap menggunakan dekorasi bernuansa bioskop.

 

JawaPos.com - Ruang kerja Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjadi perhatian publik setelah sebuah video yang memperlihatkan ruangan tersebut dengan dekorasi bernuansa bioskop viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, Teddy tampak memasuki ruangan mengenakan rompi merah. Ia kemudian disambut sejumlah orang yang tampil layaknya petugas bioskop.

Suasana ruang kerja itu juga terlihat berbeda dari biasanya. Sejumlah poster parodi film menghiasi dinding, di antaranya berjudul Mantanku Ternyata CEO Kopdes, Cintaku Bersemi di Sekolah Rakyat, serta Mission: Impossible. Poster tersebut tampak diedit dengan menggunakan wajah Teddy.

Penampakan ruangan tersebut kemudian memunculkan beragam tanggapan dari warganet. Sebagian mempertanyakan tujuan kegiatan hingga sumber anggaran yang digunakan untuk membuat dekorasi bernuansa bioskop tersebut.

Kritik itu salah satunya disampaikan @dr.gregorybudiman dalam akun media sosial Threds. Ia menegaskan, seharusnya pejabat negara mengedepankan kerja-kerja yang lebih prioritas daripada sekadar mendekorasi ruang kerja.

"Di tengah kondisi bangsa yang sedang tidak baik-baik saja, rasanya energi dan waktu sebaiknya lebih banyak dicurahkan untuk hal-hal yang benar-benar menjadi prioritas," tulis @dr.gregorybudiman.

"Mendekorasi setiap lantai kantor dengan konsep berbeda, seperti bioskop dan sebagainya, mungkin terlihat menarik. Tetapi untuk saat ini, apakah itu benar-benar menjadi kebutuhan?" sambungnya.

Ia mendesak agar Teddy dapat bekerja sesuai tupoksinya, bukan justru menggunakan anggaran untuk hal yang bukan jadi prioritas.

"Bekerjalah sesuai tupoksi, fokus pada persoalan yang sedang dihadapi masyarakat, dan gunakan anggaran, waktu, serta tenaga untuk hal-hal yang lebih mendesak. Kita sedang membutuhkan kerja nyata, bukan sekadar tampilan," pungkasnya.

EDITOR: Estu Suryowati